Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan kerja Komisi V DPR RI di Denpasar pada Jumat (13/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Koster memaparkan secara langsung berbagai Tantangan Pembangunan Bali yang dihadapi pemerintah provinsi. Kunjungan ini bertujuan untuk menyelaraskan visi pembangunan daerah dengan dukungan dari pemerintah pusat, khususnya terkait infrastruktur.
Koster menjelaskan bahwa pembangunan di Pulau Dewata menghadapi isu serius seperti alih fungsi lahan, masalah sampah, kerusakan ekosistem lingkungan, dan keterbatasan air bersih. Selain itu, persoalan kemacetan serta kesenjangan ekonomi antar wilayah Sarbagita dan luar Sarbagita juga menjadi perhatian utama.
Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali mengajukan sejumlah program pembangunan infrastruktur strategis. Usulan ini mencakup pembangunan jalan konektivitas antarkabupaten, terowongan, jembatan, serta sistem penyediaan air baku.
Advertisement
Advertisement
Prioritas Infrastruktur untuk Mengatasi Tantangan Pembangunan Bali
Pemerintah Provinsi Bali mengidentifikasi beberapa isu krusial yang mengancam keberlanjutan pembangunan daerah. Alih fungsi lahan yang masif terus menjadi perhatian serius, mengurangi area hijau dan lahan pertanian produktif. Masalah sampah yang belum tertangani optimal juga berdampak pada lingkungan dan citra pariwisata Bali.
Selain itu, kerusakan ekosistem lingkungan dan keterbatasan pasokan air bersih memerlukan solusi jangka panjang. Koster juga menyoroti kapasitas infrastruktur transportasi publik yang belum memadai, menyebabkan kemacetan parah di beberapa titik. Kesenjangan ekonomi antara wilayah perkotaan Sarbagita dan daerah lainnya juga menjadi fokus perhatian pemerintah provinsi.
Menanggapi isu-isu tersebut, Pemprov Bali mengusulkan pembangunan infrastruktur strategis. Program yang diusulkan meliputi pembangunan jalan konektivitas antarkabupaten, terowongan, dan jembatan untuk meningkatkan aksesibilitas. Pengembangan sistem penyediaan air baku juga menjadi prioritas untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan sektor pariwisata.
Advertisement
Tidak hanya itu, usulan juga mencakup pembangunan pusat olahraga provinsi dan pengembangan pelabuhan logistik di Celukan Bawang, Padangbai, serta Gunaksa. Proyek-proyek ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik dan mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Bali.
Advertisement
Capaian Positif dan Kontribusi Ekonomi Bali
Di tengah berbagai Tantangan Pembangunan Bali, Koster juga memaparkan capaian makro ekonomi yang positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali pada tahun 2025 mencapai 79,37, menempatkan Bali di peringkat kelima secara nasional. Angka ini menunjukkan peningkatan kualitas hidup masyarakat yang signifikan.
Pertumbuhan ekonomi Bali tercatat sebesar 5,82 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11 persen. Capaian ini menunjukkan resiliensi ekonomi Bali yang kuat setelah pandemi Covid-19, bahkan melampaui kondisi sebelum pandemi.
Tingkat kemiskinan di Bali berada pada angka 3,42 persen, menjadikannya yang terendah di Indonesia. Angka pengangguran terbuka juga sangat rendah, yaitu hanya 1,45 persen, menunjukkan tingginya tingkat penyerapan tenaga kerja.
Advertisement
Sektor pariwisata tetap menjadi kontributor utama perekonomian Bali, dengan hampir 7 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang tahun. Kontribusi besar ini menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan sektor pariwisata melalui pembangunan yang berwawasan budaya dan lingkungan.
Advertisement
Dukungan Pusat untuk Pembangunan Bali yang Komprehensif
Ketua Komisi V DPR, Lasarus, sepakat bahwa Bali memiliki karakteristik pembangunan yang unik dan berbeda dari daerah lain. Oleh karena itu, pendekatan pembangunan yang khusus dan komprehensif sangat diperlukan untuk Bali. Lasarus menekankan pentingnya membangun infrastruktur yang selaras dengan budaya lokal.
Dewan Perwakilan Rakyat juga membandingkan pembangunan kawasan pariwisata di negara lain, seperti Malaysia, yang sudah lebih maju. Lasarus menyoroti perlunya percepatan pembangunan infrastruktur di Bali dengan cara yang tidak biasa. Pembangunan yang ikonik justru akan mempertahankan keunikan Bali sebagai destinasi global.
DPR RI memahami kontribusi besar Bali terhadap perekonomian nasional. Oleh karena itu, negara harus hadir dan memberikan dukungan penuh untuk mempercepat pembangunan di Bali. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat krusial untuk mewujudkan pembangunan Bali yang berkelanjutan, berwawasan budaya, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Advertisement
Koster menegaskan bahwa pembangunan Bali harus menjaga keseimbangan antara alam, manusia, dan kebudayaan. Bali bukan hanya destinasi pariwisata, tetapi juga pusat peradaban yang harus dijaga keasliannya.
Sumber: AntaraNews