Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, menunjukkan komitmen kuat dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur di kawasan Kuta Selatan. Langkah ini diambil untuk mendukung sektor pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di salah satu destinasi unggulan Badung. Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan pentingnya infrastruktur yang memadai sebagai pilar utama kemajuan daerah.
Akselerasi pembangunan ini bukan hanya untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan, tetapi juga untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat setempat. Fokus utama meliputi perbaikan akses jalan, penanganan krisis air bersih, dan optimalisasi pengelolaan sampah. Inisiatif ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan.
Musrenbang RKPD Kuta Selatan menjadi forum penting bagi Bupati Adi Arnawa untuk menyampaikan visi dan rencana strategis ini. Ia menekankan bahwa tanpa infrastruktur yang memadai, pariwisata Badung akan menghadapi keluhan serius terkait kemacetan dan fasilitas dasar. Oleh karena itu, investasi besar dialokasikan untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Kabupaten Badung telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 triliun khusus untuk sektor infrastruktur, menunjukkan keseriusan dalam Pembangunan Infrastruktur Badung. Dana besar ini ditujukan untuk berbagai proyek strategis yang akan berdampak langsung pada kelancaran lalu lintas dan peningkatan mobilitas. Salah satu proyek ambisius adalah pembangunan Underpass Simpang Udayana.
Proyek Underpass Simpang Udayana diperkirakan menelan anggaran Rp350 miliar dan saat ini berada dalam tahap pembebasan lahan. Kolaborasi lintas pemerintah menjadi kunci dalam percepatan proses ini, memastikan bahwa proyek dapat berjalan sesuai jadwal. Pembangunan underpass ini diharapkan dapat secara signifikan mengurai kemacetan parah yang sering terjadi di area tersebut.
Selain underpass, Pemkab Badung juga menyiapkan tambahan anggaran sebesar Rp127 miliar pada APBD Perubahan 2026 untuk pembebasan lahan jalan lingkar barat menuju Udayana. Langkah ini merupakan bagian dari strategi komprehensif untuk menciptakan jaringan jalan yang lebih efisien. Skema rekayasa lalu lintas satu arah juga akan diterapkan guna mengurai titik konflik kendaraan, menjadikan arus lalu lintas lebih lancar dan aman.
Advertisement
Bupati Adi Arnawa menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan ini tidak hanya bertujuan untuk mengatasi kemacetan. Lebih dari itu, proyek-proyek ini juga dipandang sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Dengan aksesibilitas yang lebih baik, diharapkan aktivitas ekonomi dan pariwisata dapat berkembang pesat.
Advertisement
Selain fokus pada jalan, Pemkab Badung juga memberikan perhatian serius pada isu krisis air bersih yang kerap melanda wilayah Kuta Selatan. Pemerintah kabupaten menargetkan distribusi air di Kuta Selatan mulai stabil pada Februari 2026. Target ini akan dicapai melalui penambahan pompa dan optimalisasi jaringan PDAM yang ada, memastikan pasokan air bersih yang memadai bagi masyarakat.
Untuk kebutuhan industri dan pariwisata, Pemkab Badung akan mendorong penggunaan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Dengan teknologi ini, air permukaan dapat diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat dengan tarif yang lebih terjangkau. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Pembangunan Infrastruktur Badung yang berkelanjutan, memastikan ketersediaan sumber daya esensial.
Tidak hanya air, pengelolaan sampah juga menjadi prioritas Pemkab Badung. Pemerintah daerah mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dan fasilitas Teba Modern. Pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah secara signifikan dari hulu, menunjukkan komitmen terhadap lingkungan yang bersih.
Advertisement
Langkah pengelolaan sampah ini diproyeksikan mampu mengurangi volume sampah hingga 60 persen dari hulu. Ini juga menjadi transisi penting menuju sistem Waste to Energy, sebuah inovasi yang mengubah sampah menjadi sumber energi. Melalui berbagai inisiatif ini, Pemkab Badung berupaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi warga dan wisatawan.
Sumber: AntaraNews