Cerita Pemudik Terjebak Macet Tujuh Jam ke Pantai Palabuhanratu Sukabumi

Ribuan pemudik dan wisatawan mengalami kemacetan parah yang berlangsung hingga tujuh jam saat menuju Pantai Palabuhanratu di Sukabumi, Jawa Barat.

Fira Syahrin
Oleh Fira Syahrin - Reporter
Cerita Pemudik Terjebak Macet Tujuh Jam ke Pantai Palabuhanratu Sukabumi
Ribuan pemudik dan wisatawan terjebak macet horor hingga 7 jam saat menuju kawasan pantai Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. (Liputan6.com/Fira Syahrin) (© 2026 Liputan6.com)

Antusiasme masyarakat dalam merayakan libur Idulfitri 1447 Hijriah ternyata berubah menjadi ujian kesabaran. Pada H+2 Lebaran, tepatnya pada hari Senin (23/3), ribuan pemudik dan wisatawan terjebak dalam kemacetan parah selama tujuh jam saat menuju kawasan pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Salah satu pengunjung yang merasakan kesulitan di jalur wisata ini adalah Siti Suryati, seorang wisatawan yang berasal dari Puncak, Bogor. Ia berangkat dari rumahnya sejak pagi buta dengan harapan dapat menghindari kemacetan, tetapi nyatanya ia harus menghabiskan hampir setengah harinya terjebak dalam kendaraan.

"Berangkat jam setengah lima (pagi). Nyampe ke sini jam setengah dua belas pas," kata Siti saat ditemui di jalur Pantai Kebon Kalapa, Cisolok, sebagaimana dilansir dari Liputan6.com.

Siti juga menceritakan bahwa hambatan yang paling signifikan bukan terjadi di daerah asalnya, melainkan saat memasuki jalur menuju pesisir pantai selatan.

"Ya, jalur ke sini aja macetnya mah. Kalau dari Puncak mah biasa aja. Cuma ya namanya juga pagi-pagi," tutur dia.

Walau terjebak dalam kemacetan yang mengular dari Simpang Bagbagan hingga pusat kota, Siti berusaha untuk tetap tenang. Untungnya, ketiga anak remajanya tidak merasa terganggu dengan kondisi tersebut.

"Anak-anak nggak rewel, malah pada tidur. Orang kan udah pada dewasa. Yang satu udah kelas satu SMA, yang satu SMP kelas tiga, yang satu SMP kelas dua," jelas Siti.

Perjuangan menembus kemacetan selama 7 jam ini terbayar saat ia akhirnya menginjakkan kaki di pasir pantai, meskipun ia mengakui bahwa suasana pantai terasa biasa saja baginya. Namun, bagi Siti, yang terpenting adalah momen kebersamaan keluarga.

"Biasa saja. Ya lumayan. Senanglah kalau sampai tujuan mah gitu, nggak ada penyesalan apa-apa," tutup dia.

Hingga sore hari, arus lalu lintas di kawasan Palabuhanratu masih terpantau padat merayap.

Kepolisian terus melakukan rekayasa arus di titik-titik simpul seperti Simpang Batusapi dan Simpang Gunung Butak untuk mengurai penumpukan kendaraan datang dari arah Sukabumi maupun Bogor dan Jakarta.

Rekomendasi