Pemkot Makassar Percepat Pembangunan Jalan Leimena, Atasi Kemacetan Akut
Pemerintah Kota Makassar bersama swasta mengakselerasi pembangunan Jalan Leimena Makassar untuk mengurai kemacetan parah dan mendukung pertumbuhan kawasan.
Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, bersama pihak swasta tengah mempercepat pembangunan jalan alternatif Dr. Leimena. Jalan ini akan menghubungkan Kecamatan Manggala, Tamalanrea, serta Panakkukang. Tujuannya adalah mengatasi kemacetan arus lalu lintas yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyatakan bahwa pembangunan jalan alternatif ini sangat mendesak. Akses utama Jalan Dr. Leimena sudah sangat macet selama beberapa tahun terakhir, sehingga solusi jalur alternatif sangat dibutuhkan.
Proyek ini digagas sebagai akses pengurai kepadatan lalu lintas dan menjadi bagian dari strategi penataan kawasan berkembang di koridor Nipa-Nipa. Percepatan ini diharapkan dapat memberikan solusi konkret atas mobilitas warga yang terus meningkat.
Akselerasi Pembebasan Lahan dan Target Penyelesaian
Pemerintah Kota Makassar bersama pihak swasta kini mengakselerasi tahapan krusial dalam proyek ini, khususnya pembebasan lahan. Progres pembebasan lahan telah mencapai sekitar 60 persen dari total yang dibutuhkan. Upaya percepatan ini menunjukkan komitmen serius dari berbagai pihak terkait dalam mewujudkan Jalan Leimena Makassar.
Target penyelesaian pembebasan lahan ditetapkan pada Juli 2026, dengan harapan seluruh aspek legalitas proyek bisa dinyatakan bersih pada Oktober 2026. Setelah itu, proyek akan resmi diserahkan kepada pemerintah kota untuk tahapan selanjutnya. Pimpinan Kalla Land & Property, Ricky Theodores, menjelaskan bahwa 40 persen lahan sisanya masih dalam proses.
Jalan alternatif Riverside ini dirancang dengan panjang sekitar 1,3 kilometer di atas lahan seluas kurang lebih 6 hektare. Kehadirannya diproyeksikan menjadi solusi konkret atas meningkatnya mobilitas warga, seiring pesatnya pembangunan kawasan hunian baru di sekitar area tersebut.
Dukungan Lintas Sektor dan Dampak Positif Pembangunan Jalan Leimena
Proyek pembangunan Jalan Leimena ini tidak hanya didorong oleh kebutuhan mendesak, tetapi juga diperkuat dari aspek perencanaan dan legalitas yang matang. Akses jalan alternatif tersebut telah tercantum dalam data perencanaan Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta dokumen AMDAL kawasan. Ini menandakan kesiapan regulasi untuk segera direalisasikan.
Dukungan lintas sektor terus mengalir, termasuk dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang. Pemerintah Kota Makassar telah berkoordinasi dengan BBWS untuk memastikan rencana pembangunan ini mendapat respons positif dan sinkronisasi teknis. Hal ini penting agar proyek berjalan selaras dengan ketentuan pengelolaan wilayah sungai dan tata ruang.
Munafri Arifuddin menyebut, sedikitnya empat klaster perumahan dengan total sekitar 600 unit rumah tengah dikembangkan di wilayah tersebut. Pembangunan ini secara langsung akan meningkatkan volume lalu lintas dalam waktu dekat, menjadikan Jalan Leimena sebagai infrastruktur vital. Kolaborasi antara pemerintah dan swasta diharapkan menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan kawasan perkotaan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews