Pengaspalan Jalan Hertasning Makassar Rampung, Pemprov Sulsel Lanjutkan Proyek Aroepala
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) telah menuntaskan pengaspalan Jalan Hertasning Makassar sepanjang 1,8 kilometer dan kini fokus melanjutkan pengerjaan Jalan Aroepala sebagai bagian dari proyek multi years.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mengumumkan rampungnya proyek pengaspalan ruas Jalan Hertasning di Kota Makassar. Penyelesaian ini menandai satu tahapan penting dalam upaya peningkatan infrastruktur jalan di wilayah tersebut. Selanjutnya, Pemprov Sulsel akan mengalihkan fokus pada pengerjaan dan perbaikan Jalan Aroepala yang berada di area yang sama, guna memastikan konektivitas yang lebih baik bagi masyarakat.
Kepala Seksi Preservasi Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, ZN Ahmad Wildani, menjelaskan bahwa penanganan Jalan Hertasning dan Jalan Aroepala merupakan bagian integral dari Paket 1 Multi Years Project (MYP). Proyek ini memiliki target panjang penanganan total 1,8 kilometer untuk masing-masing ruas jalan tersebut. Pengerjaan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kenyamanan aksesibilitas di Kota Makassar.
Pengaspalan Jalan Hertasning telah selesai dari pertigaan Jalan AP Pettarani hingga eks Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar. Sementara itu, ruas jalan dari titik tersebut hingga perbatasan Kabupaten Gowa akan ditangani sebagai Jalan Aroepala, yang juga termasuk dalam lingkup Paket 1 MYP. Proyek ini menunjukkan komitmen Pemprov Sulsel dalam mewujudkan infrastruktur jalan yang memadai dan berkelanjutan di wilayahnya.
Fokus Pengaspalan Jalan Hertasning Makassar Tuntas
Pengaspalan Jalan Hertasning sepanjang 1,8 kilometer telah berhasil diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Ruas jalan ini membentang dari pertigaan Jalan AP Pettarani hingga eks Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar. Penyelesaian ini menjadi capaian penting dalam proyek infrastruktur di ibu kota provinsi tersebut.
Setelah pengaspalan tuntas, langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah perbaikan pedestrian dan pembersihan saluran di sepanjang Jalan Hertasning. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara. Selain itu, pembersihan saluran juga penting untuk mencegah genangan air saat musim hujan.
ZN Ahmad Wildani dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa pengerjaan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah. Fokus pada detail seperti pedestrian dan saluran menunjukkan pendekatan komprehensif dalam pembangunan infrastruktur.
Proyek Lanjutan Jalan Aroepala Dimulai dengan Pembangunan Saluran
Penanganan Jalan Aroepala akan segera dilanjutkan setelah rampungnya Jalan Hertasning. Ruas jalan ini memiliki panjang 1,8 kilometer dan akan menggunakan dua metode penanganan, yaitu pengaspalan dan beton (rigid pavement).
Proses pengerjaan Jalan Aroepala diawali dengan pembangunan saluran menggunakan U-Ditch beton yang saat ini masih dalam tahap pabrikasi. Pembangunan saluran ini krusial untuk memastikan kelancaran aliran air saat hujan dan mengurangi potensi kemacetan selama proses pengerjaan jalan. Masyarakat diimbau untuk bersabar dan mendukung kelancaran proyek ini.
Wildani menekankan pentingnya pembangunan saluran terlebih dahulu sebelum pengerjaan jalan utama. Pendekatan ini merupakan strategi untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan dan lalu lintas selama konstruksi berlangsung.
Cakupan Multi Years Project (MYP) Paket 1
Multi Years Project (MYP) Paket 1 memiliki nilai kontrak sebesar Rp430 miliar, mencakup penanganan 13 ruas jalan di empat kabupaten/kota. Total panjang penanganan jalan dalam paket ini mencapai 300,24 kilometer.
Kabupaten/kota yang termasuk dalam cakupan proyek ini adalah Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Bulukumba. Selain Jalan Hertasning dan Jalan Aroepala di Makassar, ruas jalan lain yang ditangani meliputi Jalan Tun Abdul Razak, Jalan HM Yasin Limpo, Burung-Burung–Bili-Bili, Sungguminasa–Malino, serta Malino–Batas Sinjai di Kabupaten Gowa.
Proyek multi years ini menunjukkan skala investasi yang besar dari Pemprov Sulsel untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan secara merata di berbagai wilayah. Diharapkan, peningkatan ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Sumber: AntaraNews