Pembangunan Jalan Sulsel: Sejumlah Ruas Strategis Mulai Diaspal, Tingkatkan Konektivitas Wilayah
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mempercepat pembangunan jalan Sulsel melalui skema Multi Years Project, dengan beberapa ruas strategis kini memasuki tahap pengaspalan untuk meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menunjukkan komitmen kuat dalam percepatan pembangunan infrastruktur jalan. Melalui skema Multi Years Project (MYP), sejumlah ruas jalan strategis di wilayah tersebut kini telah memasuki tahap pengaspalan, menandai progres signifikan dalam upaya peningkatan konektivitas antarwilayah.
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Muhammad Rosyadi, di Makassar, mengungkapkan bahwa pekerjaan konstruksi terus berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Progres ini mencerminkan tahapan awal pekerjaan serta persiapan dasar sebelum pengaspalan dilakukan secara menyeluruh di berbagai lokasi.
Inisiatif pembangunan ini bertujuan untuk memastikan aksesibilitas yang lebih baik bagi masyarakat serta mendukung kelancaran distribusi logistik di seluruh Sulawesi Selatan. Percepatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas bagi perekonomian daerah.
Progres Paket 1 dan 2 Pembangunan Jalan Sulsel
Pekerjaan pembangunan jalan di Sulawesi Selatan terbagi dalam beberapa paket, dengan Paket 1 dan Paket 2 menunjukkan pergerakan yang signifikan. Muhammad Rosyadi menyatakan bahwa meskipun sebagian ruas masih dalam tahap awal pengerjaan, progres yang dicapai sudah mulai terlihat.
Pada Paket 1, ruas Ujung Lamuru–Palattae dan ruas Panciro–Batas Kota Makassar telah mencapai progres sekitar 0,309 persen. Sementara itu, ruas Tanete–Tanaberu saat ini fokus pada pengerjaan bahu jalan untuk meningkatkan aspek keselamatan pengguna.
Untuk Paket 2, ruas Batas Kota Makassar–Bonto Ramba dilaporkan telah mencapai progres sekitar 1,3 persen. Ruas Panciro-Batas Makassar juga tengah dikerjakan sebagai bagian dari paket ini. Selain itu, ruas Batas Gowa–Tondong sedang menjalani pekerjaan penambalan atau pelapisan ulang aspal untuk meningkatkan kualitas permukaan jalan.
Percepatan Pengaspalan di Kabupaten Sidenreng Rappang
Selain progres pada Paket 1 dan 2, Pemprov Sulsel juga telah memperbarui informasi mengenai progres Paket 3 yang berlokasi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Dua ruas jalan penting di wilayah ini kini telah memasuki tahapan pengaspalan dasar hingga pelapisan akhir.
Rosyadi menjelaskan bahwa ruas Pangkajene Sidrap–Rappang sedang dalam proses pengerjaan aspal dasar dan pelapisan akhir. Pekerjaan serupa juga berlangsung pada ruas Batas Sidrap–Malimpung, menunjukkan upaya serius dalam menyelesaikan proyek ini.
Panjang ruas Batas Sidrap–Malimpung mencapai sekitar 4,90 kilometer, sedangkan ruas Pangkajene Sidrap–Rappang memiliki panjang 9,30 kilometer. Berdasarkan data terbaru, progres pekerjaan ruas Batas Sidrap–Malimpung telah mencapai sekitar 7,83 persen, sementara ruas Pangkajene Sidrap–Rappang mencapai 12,44 persen.
Meningkatkan Konektivitas dan Keselamatan Jalan
Pembangunan infrastruktur jalan ini memiliki peran krusial sebagai jalur penghubung utama antarwilayah di Sulawesi Selatan. Ruas-ruas yang ditangani merupakan akses vital bagi masyarakat untuk mobilitas harian dan distribusi logistik, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian lokal.
Upaya perbaikan infrastruktur jalan ini adalah bagian integral dari strategi Pemprov Sulsel dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah secara menyeluruh. Dengan jalan yang mulus dan aman, diharapkan dapat mempermudah pergerakan barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain fokus pada pengaspalan, pekerjaan bahu jalan juga menjadi prioritas untuk meningkatkan aspek keselamatan pengguna jalan. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk tidak hanya membangun, tetapi juga memastikan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan di Sulawesi Selatan.
Sumber: AntaraNews