Pemprov Sulsel Teken Kontrak Rp1 Triliun untuk Preservasi Jalan, Targetkan 500 KM Lebih Mulus
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) resmi menandatangani kontrak preservasi jalan senilai Rp1 triliun, menjanjikan perbaikan signifikan. Proyek ini akan menyentuh lebih dari 500 kilometer jalan provinsi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) telah meneken kontrak ambisius. Penandatanganan ini dilakukan untuk proyek preservasi jalan dengan total nilai fantastis Rp1 triliun. Kontrak ini merupakan bagian dari skema tahun jamak (multiyear contract) yang akan berjalan dari tahun anggaran 2025 hingga 2027.
Proyek strategis ini mencakup dua paket utama, yaitu Paket IV dan Paket V, yang akan segera dimulai pengerjaannya. Penandatanganan kontrak bersama kontraktor pelaksana ini berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 6 Desember. Langkah ini secara resmi menandai dimulainya upaya signifikan Pemprov Sulsel dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan.
Kepala Bidang Jalan DBMBK Sulsel, Irawan, mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya penandatanganan ini. Ia menekankan bahwa proyek preservasi jalan ini merupakan prioritas utama Gubernur Sulsel, bertujuan untuk mengatasi kondisi jalan rusak. Kondisi tersebut selama ini kerap menjadi keluhan masyarakat dan menghambat mobilitas.
Detail Kontrak dan Cakupan Wilayah Preservasi Jalan Sulsel
Kontrak preservasi jalan yang baru saja ditandatangani ini terbagi menjadi dua bagian penting dengan alokasi dana yang besar. Paket IV memiliki nilai kontrak sebesar Rp615,6 miliar dan akan menangani ruas jalan sepanjang 286,80 kilometer. Ruas-ruas ini tersebar di beberapa kabupaten strategis, yaitu Barru, Soppeng, Wajo, dan Bone, yang merupakan jalur vital.
Sementara itu, Paket V dialokasikan anggaran sebesar Rp383,5 miliar untuk penanganan jalan sepanjang 218,75 kilometer. Cakupan wilayah untuk paket ini meliputi ruas-ruas jalan di Kabupaten Bone, Barru, Soppeng, dan Pangkep. Kedua paket ini secara keseluruhan akan memperbaiki lebih dari 500 kilometer jalan provinsi, menunjukkan skala proyek yang masif.
Irawan menjelaskan bahwa fokus utama dari Paket IV dan V adalah wilayah tengah Sulawesi Selatan. Area prioritas ini secara spesifik mencakup kabupaten-kabupaten seperti Soppeng, Wajo, dan Bone. Pemilihan wilayah ini didasarkan pada kondisi jalan yang membutuhkan perbaikan mendesak serta tingkat lalu lintas harian rata-rata yang tinggi.
Proyek preservasi jalan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah secara signifikan. Selain itu, perbaikan ini juga bertujuan untuk memperlancar arus transportasi barang dan jasa di seluruh Sulawesi Selatan. Ini merupakan upaya nyata pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan kesejahteraan masyarakat.
Prioritas Ruas Jalan Vital dalam Proyek Preservasi
Pemprov Sulsel telah merinci beberapa ruas vital yang akan menjadi target utama pengerjaan preservasi jalan ini. Fokus penanganan lebih banyak diarahkan pada jalan-jalan poros menuju wilayah Bone, Soppeng, dan Wajo. Ruas-ruas ini seringkali menjadi urat nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat setempat, menghubungkan pusat-pusat aktivitas.
Salah satu contoh ruas yang akan ditangani adalah jalur Pekkae menuju Wajo, yang kondisinya sering dikeluhkan. "Contoh ruas Pekkae menuju Wajo yang merupakan urat nadi jalan poros, jalan provinsi. Ini kan banyak kondisi-kondisi yang rusak di situ. Nah inilah mungkin salah satu ruas yang kita tangani," jelas Irawan. Kondisi kerusakan di ruas ini telah lama menjadi perhatian serius pemerintah.
Selain itu, jalur penting lainnya yang akan disentuh meliputi ruas Impa-Impa menuju Sidrap di Wajo. Ada juga ruas Solo-Peneki yang memiliki konektivitas langsung ke jalan nasional di Luwu, memperkuat jaringan transportasi. Perbaikan ruas-ruas ini diharapkan dapat mengurangi waktu tempuh dan biaya logistik bagi masyarakat serta pelaku usaha.
Pada Paket V, penanganan difokuskan pada ruas-ruas dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) tinggi dan kondisi rusak parah. Ruas Tana Batue, Sanrego-Palattae, yang selama ini banyak menjadi keluhan, akan mulai dikerjakan. "Ada juga ruas Ujung Lamuru-Palattae, termasuk Parigi-Bungoro (Bone-Pangkep) kita lanjutkan, untuk ditembuskan dan kita fungsionalkan," sebutnya, menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan proyek-proyek mangkrak dan membuka akses baru.
Sumber: AntaraNews