Perbaikan Jalan Moncongloe: Pemprov Sulsel Ambil Langkah Cepat Atasi Keluhan Warga
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan segera membenahi ruas Jalan Moncongloe yang rusak parah, menunjukkan respons cepat atas keluhan warga dan komitmen menjaga konektivitas wilayah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) segera membenahi ruas Jalan Moncongloe. Jalan ini merupakan poros Makassar-Maros yang kerap dikeluhkan masyarakat karena kondisi kerusakannya yang parah. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas kondisi jalan yang menjadi salah satu titik kemacetan harian, khususnya di jalur strategis yang menghubungkan Kota Makassar dengan Moncongloe, Maros.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaeman menekankan pentingnya penanganan darurat untuk memastikan akses masyarakat tetap bisa dilalui. Hal ini krusial mengingat lalu lintas harian di ruas tersebut cukup tinggi. Penanganan darurat menjadi solusi sementara yang vital sambil menunggu proses perbaikan jangka panjang.
Kondisi jalan yang rusak parah di Moncongloe telah lama menjadi sorotan publik dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan. Oleh karena itu, inisiatif Pemprov Sulsel ini diharapkan dapat segera memberikan dampak positif bagi kelancaran mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Respons Cepat dan Penanganan Darurat
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel Andi Ihsan bersama rombongan, termasuk Kepala Bidang Jalan Muhammad Rosyadi dan Kepala UPTD Wilayah IV Dinas BMBK St Hasni, mengunjungi langsung ruas Jalan Moncongloe. Kunjungan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menanggapi aduan masyarakat terkait infrastruktur.
Andi Ihsan menjelaskan bahwa penanganan darurat akan segera dilakukan untuk memastikan jalan tetap fungsional dan aman dilalui. Langkah ini penting untuk menjaga kelancaran lalu lintas sambil menunggu proses pelaksanaan preservasi jalan yang lebih komprehensif. Penanganan darurat diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan kemacetan.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaeman menegaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan jalur vital ini dapat diakses oleh masyarakat. “Untuk sementara kita lakukan penanganan darurat agar akses masyarakat tetap bisa dilalui. Ini penting karena lalu lintas harian di ruas tersebut cukup tinggi,” ujar Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaeman dalam keterangannya di Makassar, Minggu (29/3).
Preservasi Jalan Multi Years Contract (MYC) Paket 6
Ruas Jalan di wilayah Kabupaten Maros, meliputi Batas Kota Makassar-Pamanjengan-Benteng Gajah, termasuk dalam wilayah Preservasi Jalan Multi Years Contract (MYC) Paket 6 di Sulawesi Selatan. Program jangka panjang ini direncanakan berlangsung dari tahun 2025 hingga 2027.
Preservasi Jalan MYC Paket 6 berfokus pada perbaikan 20 ruas strategis sepanjang 157,49 km yang tersebar di sembilan kabupaten/kota. Ini menunjukkan skala program yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di seluruh provinsi. Program ini dirancang untuk mengatasi berbagai masalah jalan secara sistematis.
Andi Ihsan menambahkan bahwa ruas jalan ini nantinya akan melibatkan rekonstruksi, pemeliharaan berkala, serta pemeliharaan rutin. Tujuannya adalah untuk menjaga kemantapan jalan daerah secara berkelanjutan dan memastikan daya tahan infrastruktur dalam jangka panjang.
Selain wilayah Maros, paket ini juga mencakup wilayah Toraja & Luwu, seperti akses menuju Bandara Pongtiku dan jalur strategis penghubung Toraja-Luwu. Wilayah Selatan (Jeneponto dan Bantaeng) termasuk koridor Boro-Loka dan Sinoa-Bantaeng, serta pusat Kota Makassar di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Dr Ratulangi, juga menjadi bagian dari program ini.
Dampak dan Apresiasi Masyarakat
Preservasi jalan paket 6 merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi dalam menjaga kemantapan jalan provinsi secara merata di seluruh wilayah. Hal ini penting agar infrastruktur tetap berfungsi optimal sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Program ini adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan daerah.
Melalui paket preservasi ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan peningkatan konektivitas antar wilayah, kelancaran distribusi barang dan jasa, serta penguatan aksesibilitas masyarakat. Ini adalah upaya strategis untuk menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.
Menyikapi kedatangan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi bersama rombongan, Bahar (43), seorang warga setempat, mengapresiasi langkah pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Ia merasa senang dengan penanganan jalan yang secepatnya akan dikerjakan. “Kami Masyarakat di sekitar wilayah ruas jalan yang biasa kita dengar dengan sebutan Mongcolloe ini sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan dimasukkannya jalan ini sebagai program prioritas,” kata Bahar.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kemantapan infrastruktur jalan provinsi agar tetap mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Sulawesi Selatan. Dengan infrastruktur yang baik, diharapkan kualitas hidup masyarakat juga akan meningkat.
Sumber: AntaraNews