Gubernur Sulsel Genjot Percepatan Konektivitas Jalan dan Irigasi di Wajo

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman berkomitmen penuh dalam percepatan konektivitas Wajo melalui pembangunan infrastruktur jalan dan rehabilitasi irigasi, menjanjikan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Sulsel Genjot Percepatan Konektivitas Jalan dan Irigasi di Wajo
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman berkomitmen penuh dalam percepatan konektivitas Wajo melalui pembangunan infrastruktur jalan dan rehabilitasi irigasi, menjanjikan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (AntaraNews)

Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menegaskan komitmennya untuk terus mendorong percepatan pembangunan. Fokus utama program ini adalah melalui Multiyears Project (MYP) 2025-2027, yang secara khusus menyasar konektivitas infrastruktur jalan dan rehabilitasi daerah irigasi (DI) di Kabupaten Wajo.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam meningkatkan aksesibilitas dan produktivitas di wilayah tersebut. Percepatan konektivitas Wajo diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

Andi Sudirman Sulaiman menyatakan bahwa pembangunan lima ruas jalan strategis dan penguatan sektor irigasi di Wajo adalah langkah nyata. Tujuannya guna meningkatkan konektivitas serta kesejahteraan seluruh masyarakat Kabupaten Wajo.

Program Multiyears Project (MYP) mengalokasikan anggaran signifikan untuk pembangunan infrastruktur jalan di Wajo. Paket 4 MYP mendapatkan alokasi senilai Rp230 miliar, yang akan digunakan untuk penanganan lima ruas jalan strategis di Kabupaten Wajo.

Ruas-ruas jalan yang akan ditangani meliputi Batas Soppeng – Ulugalung dengan anggaran Rp17 miliar, Impa-Impa – Anabanua sebesar Rp37 miliar, serta Anabanua – Malake – Batas Sidrap senilai Rp53 miliar. Selain itu, ruas Solo – Peneki – Kulampu akan menerima Rp65 miliar, dan ruas Doping – Atapange mendapatkan Rp56 miliar.

Gubernur Andi Sudirman menjelaskan bahwa ruas-ruas ini merupakan kewenangan provinsi yang selama ini menjadi kendala akses masyarakat. Penanganan ruas jalan ini telah lama menjadi prioritas guna mendukung percepatan konektivitas Wajo.

Selain infrastruktur jalan, sektor sumber daya air di Wajo juga menjadi perhatian utama dalam program MYP. Kabupaten Wajo termasuk dalam Paket 2 rehabilitasi daerah irigasi dengan total anggaran sekitar Rp48 miliar.

Program rehabilitasi ini mencakup dua daerah irigasi penting. Daerah Irigasi Cilellang akan menerima alokasi dana sebesar Rp21 miliar, sementara Daerah Irigasi Cenrana mendapatkan Rp26 miliar.

Rehabilitasi ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi jaringan irigasi agar kembali optimal. Dengan demikian, produktivitas pertanian di Wajo dapat meningkat secara signifikan, mendukung ketahanan pangan daerah.

Tidak hanya fokus pada infrastruktur jalan dan irigasi, Gubernur Sulsel juga terus mendorong pembangunan sektor lain di Kabupaten Wajo. Upaya ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

Dukungan tersebut mencakup rehabilitasi sekolah, bantuan benih pertanian, hingga dukungan di bidang keagamaan dan kesehatan. Inisiatif ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam pembangunan daerah.

Andi Sudirman menambahkan bahwa semua upaya ini merupakan bagian dari strategi pengembangan kawasan Bosowasi (Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai). Kawasan ini diproyeksikan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi penting di Sulawesi Selatan, dengan percepatan konektivitas Wajo sebagai pilar utamanya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi