Pemkot Makassar Alokasikan Rp10,6 Miliar untuk Perbaikan Akses TPA Antang Makassar

Pemerintah Kota Makassar menganggarkan Rp10,6 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan akses TPA Antang Makassar, sebagai solusi konkret mengatasi kemacetan dan mengoptimalkan pengelolaan sampah di kota ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Makassar Alokasikan Rp10,6 Miliar untuk Perbaikan Akses TPA Antang Makassar
Pemerintah Kota Makassar menganggarkan Rp10,6 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan akses TPA Antang Makassar, sebagai solusi konkret mengatasi kemacetan dan mengoptimalkan pengelolaan sampah di kota ini. (AntaraNews)

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan, melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran sebesar Rp10,6 miliar. Dana ini khusus ditujukan untuk pembangunan infrastruktur jalan akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang Makassar.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas antrean panjang armada truk sampah yang kerap memicu kemacetan parah di area TPA, terutama pasca-arus mudik. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk membenahi sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh di kawasan TPA Antang, Kecamatan Manggala.

Pembangunan infrastruktur jalan ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk memperlancar distribusi armada pengangkut sampah. Selain itu, upaya ini juga bertujuan mendukung penataan kawasan agar lebih tertib, aman, dan berkelanjutan.

Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar telah mengalokasikan Rp10,6 miliar untuk pembangunan jalan akses menuju TPA Antang Tamangapa pada tahun anggaran 2026. Proyek ini merupakan bagian dari total anggaran sekitar Rp23 miliar yang digelontorkan Pemkot Makassar untuk pembenahan infrastruktur di kawasan TPA Antang, termasuk pembangunan jalan dan penataan pedestrian.

Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir, menjelaskan bahwa pembangunan jalan akses ini menjadi prioritas utama untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang disebabkan oleh antrean truk sampah yang mengular. Selain itu, penataan pedestrian juga dialokasikan dengan pagu anggaran sebesar Rp12,65 miliar, mencakup dua ruas jalan yang saat ini masih dalam tahap persiapan dokumen tender pekerjaan.

Peningkatan infrastruktur ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi. Hal ini juga bertujuan memperkuat sistem distribusi dan mobilitas armada di kawasan TPA Antang.

Persoalan antrean panjang hingga kemacetan akibat padatnya arus keluar masuk armada truk sampah pasca-arus mudik telah menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Makassar. Antrean truk sampah di TPA Antang bahkan sempat menyebabkan kemacetan hingga 1 kilometer, membuat sopir harus menunggu berjam-jam untuk membuang muatan.

Wali Kota Munafri Arifuddin menjelaskan bahwa penataan TPA ini merupakan respons langsung terhadap masalah tersebut. Untuk mempercepat proses penanganan di lapangan, Pemkot Makassar telah menurunkan alat berat tambahan dan akan terus menambahnya.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar juga mencatat bahwa kondisi jalan akses TPA yang becek saat hujan dan kerusakan alat berat menjadi faktor penyebab kemacetan. Oleh karena itu, pembangunan jalan beton sepanjang 200 meter dengan lebar 6 meter menuju TPA Antang juga direncanakan dengan anggaran Rp9 miliar, ditargetkan mulai pengerjaan fisik pada Agustus 2025.

Munafri Arifuddin menegaskan komitmennya untuk membenahi sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, khususnya di kawasan TPA Antang. Ia telah menggelar rapat bersama dinas teknis terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Dinas Pekerjaan Umum, serta Dinas Penataan Ruang, untuk memastikan solusi penanganan bongkar muat sampah berjalan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Makassar tengah menyiapkan langkah konkret agar proses bongkar muat sampah dapat berjalan lebih lancar dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan kawasan yang lebih tertata, meningkatkan aspek keselamatan, serta mendukung kelancaran aktivitas di sekitar akses TPA secara menyeluruh.

Penataan akses jalan di kawasan TPA Antang menjadi salah satu fokus utama penanganan agar aktivitas bongkar muat sampah dapat berjalan lebih efektif dan tidak menimbulkan kemacetan armada. Bahkan, Menko Pangan juga telah merestui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di TPA Antang, menunjukkan komitmen jangka panjang untuk pengelolaan sampah yang lebih komprehensif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi