Volume Kendaraan Melonjak, Polres Cianjur Berlakukan Sistem Satu Arah Puncak H+2 Lebaran
Polres Cianjur kembali menerapkan sistem satu arah di jalur Puncak pada H+2 Lebaran untuk mengurai kemacetan parah akibat lonjakan volume kendaraan. Langkah ini diambil setelah upaya penyekatan tidak efektif.
Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, memberlakukan sistem satu arah di kawasan Puncak Pass pada hari kedua setelah Lebaran (H+2 Lebaran), Minggu (22/3). Kebijakan ini diterapkan menyusul tingginya volume kendaraan yang bergerak menuju arah Bogor, menciptakan antrean panjang yang signifikan. Langkah rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk mengurai kepadatan dan memastikan kelancaran arus kendaraan di jalur vital tersebut.
Peningkatan volume kendaraan mencapai 70 persen dari kedua arah, baik dari Bogor menuju Cianjur maupun sebaliknya, menyebabkan laju kendaraan tersendat. Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suhandi menjelaskan bahwa antrean panjang terlihat jelas setelah Puncak Pass. Situasi ini mendorong pihak kepolisian untuk segera mengambil tindakan preventif guna menghindari kemacetan total.
Sebelum penerapan sistem satu arah, berbagai upaya lain seperti penyekatan telah dilakukan, namun tidak membuahkan hasil optimal. Koordinasi intensif dengan Polres Bogor menjadi kunci dalam implementasi kebijakan satu arah ini. Penerapan sistem satu arah dilakukan secara situasional untuk mencairkan antrean kendaraan yang terus memanjang di jalur utama Cianjur.
Lonjakan Arus Lalu Lintas dan Upaya Penanganan
Volume kendaraan di jalur Puncak Cianjur mengalami peningkatan tajam pada H+2 Lebaran, khususnya pada Minggu siang. Peningkatan ini terjadi dari kedua arah, dengan fokus utama pada kendaraan yang bergerak menuju Bogor. Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga beberapa kilometer setelah Puncak Pass, menunjukkan tingkat kepadatan yang luar biasa.
AKP Aang Andi Suhandi menegaskan bahwa peningkatan volume kendaraan yang mencapai 70 persen menjadi pemicu utama kebijakan satu arah. Meskipun penyekatan telah dicoba, efektivitasnya terbatas karena jumlah kendaraan yang melintas jauh melebihi kapasitas jalan. Kondisi ini menuntut respons cepat dan terkoordinasi dari pihak kepolisian.
Koordinasi erat antara Polres Cianjur dan Polres Bogor menjadi fundamental dalam penanganan kemacetan ini. Sistem satu arah diberlakukan selama sekitar satu jam untuk mencairkan antrean yang sudah terbentuk. Setelah antrean berhasil diurai, jalur lalu lintas kembali dinormalkan, menunjukkan keberhasilan sementara dari strategi ini.
Penerapan Situasional dan Jalur Alternatif
Sistem satu arah tidak hanya diberlakukan pada siang hari, tetapi juga sempat diterapkan pada Minggu pagi dari arah Bogor menuju Cianjur. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan volume kendaraan terjadi secara sporadis sepanjang hari. Kebijakan ini fleksibel dan akan kembali diterapkan jika kondisi lalu lintas memburuk.
AKP Aang Andi Suhandi menambahkan bahwa penerapan sistem satu arah akan bersifat situasional, bergantung pada kepadatan arus lalu lintas. Ketika antrean kendaraan terlihat memanjang dan laju tersendat di jalur utama Cianjur, terutama di kawasan Puncak-Cipanas, koordinasi dengan Polres Bogor akan segera dilakukan untuk memberlakukan kembali sistem satu arah.
Selain sistem satu arah, petugas di pos pengamanan juga berupaya mengantisipasi kemacetan total dengan mengarahkan kendaraan ke jalur alternatif. Pemantauan Antara pada Minggu petang menunjukkan bahwa arus kendaraan terus meningkat, menyebabkan tersendatnya laju di persimpangan seperti Hanjawar, Cibodas, dan Pasar Cipanas. Pengalihan ke jalur alternatif menjadi strategi penting untuk mengurangi beban di jalur utama.
Sumber: AntaraNews