Polres Cianjur Terapkan Sistem Satu Arah Urai Antrean Panjang di Jalur Bandung-Cianjur H+2 Lebaran

Polres Cianjur memberlakukan sistem satu arah dari Bandung Barat menuju Cianjur pada H+2 Lebaran untuk mencairkan antrean kendaraan yang sempat tidak bergerak sepanjang 8 kilometer, mengantisipasi kepadatan arus balik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polres Cianjur Terapkan Sistem Satu Arah Urai Antrean Panjang di Jalur Bandung-Cianjur H+2 Lebaran
Polres Cianjur memberlakukan sistem satu arah dari Bandung Barat menuju Cianjur pada H+2 Lebaran untuk mencairkan antrean kendaraan yang sempat tidak bergerak sepanjang 8 kilometer, mengantisipasi kepadatan arus balik. (AntaraNews)

Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, memberlakukan sistem satu arah dari Bandung Barat menuju Cianjur pada Minggu (22/3). Kebijakan ini diambil menyusul antrean kendaraan yang meningkat drastis di jalur Bandung-Cianjur. Antrean sempat tidak bergerak sepanjang 8 kilometer pada H+2 Lebaran.

Pemberlakuan sistem satu arah ini bertujuan untuk mencairkan kepadatan lalu lintas yang didominasi oleh pengendara balik. Banyak juga yang berwisata atau bersilaturahmi setelah perayaan Idulfitri. Volume kendaraan dari Bandung menuju Cianjur terlihat padat sejak Minggu siang.

Sementara itu, dari arah sebaliknya, volume kendaraan tidak terlalu tinggi, memungkinkan petugas untuk melakukan rekayasa lalu lintas. Langkah ini diambil setelah upaya penyekatan sebelumnya gagal mengatasi kemacetan parah. Sistem satu arah diberlakukan menjelang petang untuk mengurai kemacetan.

Pemberlakuan Sistem Satu Arah di Jalur Cianjur

Antrean kendaraan yang menumpuk dari arah Bandung ke Cianjur menyebabkan laju kendaraan terhenti selama beberapa puluh menit. Situasi ini terus memanjang, bahkan upaya penyekatan yang sempat diberlakukan tidak dapat mencairkan antrean. Oleh karena itu, petugas akhirnya memutuskan untuk menerapkan sistem satu arah pada Minggu petang demi kelancaran arus lalu lintas.

Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suhandi menjelaskan bahwa antrean panjang kendaraan yang tersendat ini mendorong pihaknya berkoordinasi dengan Polres Bandung Barat. Koordinasi ini sangat penting untuk menerapkan sistem satu arah menuju Cianjur secara efektif. Tujuannya adalah untuk mencairkan antrean yang terjadi di jalur vital tersebut dan mengurangi frustrasi pengendara.

"Antrean kendaraan sempat memanjang dengan laju tersendat, membuat kami melakukan sistem satu arah menuju Cianjur mulai dari wilayah hukum Bandung Barat, guna mencairkan antrean," kata AKP Aang Andi Suhandi di Cianjur, Minggu. Sistem satu arah ini diberlakukan secara bertahap selama sekitar satu jam. Setelah implementasi, menjelang petang, antrean kendaraan akhirnya mencair dan arus lalu lintas dari kedua arah dapat kembali melintas normal.

Imbauan dan Antisipasi Puncak Arus Balik

Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengendara untuk mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku serta anjuran dari petugas di lapangan. Penting bagi pengendara untuk tidak mendahului atau melebar hingga ke pinggir jalan karena dapat membahayakan keselamatan. Tindakan semacam itu juga berpotensi menyebabkan antrean panjang yang tidak perlu, terutama di jalur padat Bandung-Cianjur.

Untuk memastikan kelancaran arus, puluhan anggota kepolisian, termasuk tim pengurai macet, telah ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan. Penempatan ini dilakukan seiring dengan tingginya volume kendaraan yang melintas di jalur Bandung-Cianjur, khususnya selama periode libur Lebaran. Kehadiran petugas diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas dan mencegah penumpukan kendaraan yang berlebihan.

Memasuki H+3 Lebaran pada Senin (23/3), Polres Cianjur telah menyiapkan sejumlah rekayasa arus lalu lintas yang komprehensif. Prediksi puncak arus balik akan terjadi pada hari tersebut, sehingga sistem satu arah akan diberlakukan di beberapa titik strategis. Area yang menjadi fokus meliputi kawasan Puncak hingga Haurwangi, yang merupakan perbatasan Cianjur dengan Bandung Barat.

"Kami siapkan sejumlah skema agar tidak terjadi kemacetan dengan antrean mengular di sejumlah titik rawan saat terjadi puncak arus balik pada Senin," tambah AKP Aang Andi Suhandi. Persiapan ini mencakup berbagai upaya, termasuk penerapan sistem satu arah secara situasional, untuk memastikan kelancaran perjalanan pemudik dan wisatawan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi