Kementerian Perhubungan Dorong Pengembangan Taksi Air Bali dan Dermaga untuk Tingkatkan Pariwisata

Kementerian Perhubungan gencar mempercepat pengembangan Taksi Air Bali dan fasilitas dermaga guna meningkatkan konektivitas serta daya tarik pariwisata di Pulau Dewata, sekaligus mengatasi kemacetan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kementerian Perhubungan Dorong Pengembangan Taksi Air Bali dan Dermaga untuk Tingkatkan Pariwisata
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendorong percepatan Pengembangan Taksi Air dan Dermaga Bali guna meningkatkan konektivitas serta daya tarik wisata di Pulau Dewata. Simak detail rencana strategisnya untuk mengurangi kemacetan dan efisiensi logistik. (AntaraNews)

Kementerian Perhubungan tengah gencar mendorong percepatan pengembangan taksi air dan fasilitas dermaga di Bali. Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas serta daya tarik pariwisata di Pulau Dewata.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan di Jakarta pada Kamis, 10 April, bahwa pihaknya sedang mengoordinasikan upaya untuk mempercepat pengembangan transportasi pariwisata di Bali.

Pengembangan taksi air ini diharapkan menjadi solusi alternatif yang mengintegrasikan transportasi darat, laut, dan udara. Selain itu, taksi air juga dirancang untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, khususnya di wilayah Kabupaten Badung.

Taksi Air Bali: Solusi Cepat Atasi Kemacetan

Taksi air akan menjadi penghubung utama antara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan Canggu, salah satu kawasan wisata populer di Bali.

Berdasarkan pengamatan, perjalanan darat dari bandara menuju Canggu saat ini membutuhkan waktu antara satu hingga dua jam. Namun, dengan hadirnya taksi air, waktu tempuh tersebut diperkirakan dapat dipersingkat secara signifikan.

Menteri Purwagandhi menjelaskan bahwa penggunaan taksi air diharapkan hanya memakan waktu maksimal 30 menit. Hal ini tentu akan sangat efisien bagi para wisatawan dan penduduk lokal.

Saat ini, PT ASDP Indonesia Ferry, operator feri milik negara, sedang dalam tahap penyusunan detailed engineering design (DED) untuk proyek ini. Konstruksi taksi air dan dermaga direncanakan akan berlangsung dari Agustus 2026 hingga Juli 2027.

Peningkatan Kapasitas Dermaga di Celukan Bawang

Selain taksi air, Kementerian Perhubungan juga fokus pada pembangunan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng.

Dermaga I di Pelabuhan Celukan Bawang dirancang untuk menangani kargo umum dan aspal curah cair, dengan perpanjangan sekitar 92 meter. Peningkatan ini akan memperkuat kapasitas pelabuhan dalam melayani kebutuhan logistik.

Sementara itu, Dermaga II akan dikembangkan sebagai fasilitas serbaguna yang melayani penumpang, kargo umum, dan curah kering, dengan penambahan panjang sekitar 60 meter. Pengembangan ini akan membuat Pelabuhan Celukan Bawang lebih fleksibel dalam operasionalnya.

Pengembangan ini dilakukan menyusul evaluasi yang bertujuan untuk menyediakan pelabuhan alternatif. Tujuannya adalah memastikan lalu lintas kendaraan berat dan ringan dapat dipisahkan secara efektif, mengurangi kepadatan dan meningkatkan keamanan.

Solusi Jangka Pendek dan Pengembangan Pelabuhan Lain

Sebagai solusi jangka pendek, Menteri Purwagandhi juga telah meminta PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), operator pelabuhan milik negara, untuk melakukan pengembangan pelabuhan. Fokus utamanya adalah Pelabuhan Ketapang yang menghubungkan Bali dan Jawa, serta pembukaan dermaga baru di Pelabuhan Gilimanuk.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas, terutama selama musim liburan. Dengan adanya dermaga baru dan pengembangan di Ketapang, diharapkan arus kendaraan dan penumpang dapat terurai lebih baik.

Lebih lanjut, Menteri juga mengupayakan penetapan “sister port” untuk menerima kapal dari Ketapang, di samping penyediaan zona penyangga untuk mengantisipasi arus lalu lintas yang padat.

Menteri Purwagandhi berharap langkah-langkah strategis ini dapat segera terealisasi. Tujuannya adalah untuk memperkuat konektivitas, menyederhanakan mobilitas penumpang dan logistik, mengurangi kemacetan lalu lintas, serta meningkatkan layanan transportasi di kawasan pariwisata Bali.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi