Baleganjur Reng Roh Memukau di PKB, Bukti Regenerasi Seni Bali
Karya Baleganjur Reng Roh dari Sekaa Gong Kencana Wiguna sukses memukau penonton Pesta Kesenian Bali, menampilkan inovasi dan pelestarian budaya.
Sekaa Gong Kencana Wiguna, yang berasal dari Banjar Kehen Kesiman, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, berhasil memukau penonton Pesta Kesenian Bali (PKB) dengan penampilan karya baleganjur bertajuk Reng Roh. Pertunjukan ini merupakan bagian dari ajang Wimbakara (Lomba) Baleganjur Remaja yang diselenggarakan di Denpasar. Karya tersebut sukses menarik perhatian publik dan juri dalam kompetisi tersebut.
Reng Roh mengangkat tema mendalam tentang pemuliaan jiwa sebagai sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup. Konsep ini menitikberatkan pada kebahagiaan jiwa melalui berbagai aktivitas sosial, budaya, dan spiritual yang dijalani manusia. Penampilan ini menjadi representasi kekayaan filosofi lokal yang mendalam.
Komposisi baleganjur ini mengelaborasi unsur musik seperti melodi, tempo, dinamika, ritme, dan timbre, serta olahan vokal yang ditata apik. Sajian gerak atraktif dan teatrikal turut memperkuat gambaran pemuliaan jiwa saat menjalani kehidupan. Ini menunjukkan perpaduan harmonis antara musik dan visual yang memukau.
Filosofi dan Inspirasi di Balik Baleganjur Reng Roh
Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Wayan Narta, menjelaskan bahwa Reng Roh dirancang untuk menggambarkan pemuliaan jiwa. Karya ini menggabungkan berbagai elemen musik dan gerak yang dinamis. Tujuannya adalah menyampaikan pesan tentang pentingnya kebahagiaan batin.
Garapan baleganjur ini juga terinspirasi dari kearifan musikal masyarakat Kesiman. Unsur-unsur seperti sesandaran dan ancag-ancagan diintegrasikan dalam pengolahan instrumen dan struktur musikal. Ini menunjukkan upaya pelestarian tradisi melalui inovasi.
Penataan gerak dalam Reng Roh mengambil inspirasi dari konsep mebraya atau gotong royong yang kental di masyarakat Bali. Aktivitas keseharian seperti matetekan, metandingan menjelang upacara, serta kegiatan berkesenian seperti megambel dan menari, diterjemahkan menjadi gerak ekspresif. Perpaduan ini menciptakan harmoni yang unik.
Kombinasi antara pengolahan musik yang kaya dan koreografi yang terinspirasi budaya lokal menghasilkan sajian baleganjur yang kreatif. Penampilan ini tidak hanya atraktif tetapi juga sarat makna filosofis. Reng Roh berhasil menyajikan inovasi tanpa meninggalkan akar tradisi.
Apresiasi dan Semangat Regenerasi Seni Bali
Persiapan untuk menampilkan karya Baleganjur Reng Roh telah dilakukan jauh hari sebelumnya. Proses ini melibatkan generasi muda sebagai bagian integral dari upaya pelestarian seni dan budaya Bali. Partisipasi mereka menunjukkan komitmen terhadap warisan leluhur.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan apresiasi tinggi atas penampilan Sekaa Baleganjur Kencana Wiguna. Beliau menilai bahwa mereka tampil maksimal dengan konsep garapan yang matang dan inovatif. Jaya Negara juga bangga melihat semangat regenerasi seniman muda Denpasar.
Menurut Jaya Negara, penampilan Reng Roh menjadi bukti nyata kreativitas generasi muda Denpasar yang terus berkembang. Mereka berhasil menciptakan karya baru tanpa melupakan akar tradisi budaya Bali. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Kota Denpasar sebagai pusat pengembangan seni.
Wali Kota berharap penampilan duta Kota Denpasar ini dapat meraih hasil terbaik pada PKB tahun ini. Beliau menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur melalui kreativitas seni. Dukungan terhadap seniman muda diharapkan terus berlanjut.
Sumber: AntaraNews