Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menilai belum ada pemimpin yang benar-benar berhasil dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Menurutnya, hal tersebut tercermin dari masih belum terpenuhinya berbagai hak dasar masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas dalam pembangunan dan kebijakan negara.
"20 tahun terakhir ini ada ruang kosong kepemimpinan yang tidak terisi dengan baik. Buktinya apa? Tidak hadirnya kemenangan rakyat untuk mendapatkan hak-hak yang hakiki, yang dasar, yang minimum yang belum didapatkan 20 tahun terakhir ini, semuanya fail gagal," kata dia dalam kegiatan PKB Jabar Fest dan Inagurasi DPAC di Sport Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, pada Minggu (14/6/2026).
Selama ini, Cak Imin juga menyebut marak sekali pemimpin yang mengedepankan pencitraan kepada publik. Namun, semua pemimpin itu akhirnya gagal. Semua pencitraannya hanyalah omong kosong belaka. Ketulusan sebagai pemimpin tidak pernah ada.
"Kalian sudah tahu kepemimpinan pencitraan ujungnya juga gagal. Pencitraan omong kosong. Tapi kepemimpinan yang tulus dan sesungguhnya," ujar dia.
Advertisement
Rakyat Sulit Berdaya Saing
Selama 20 tahun, sambung Cak Imin, ekonomi Indonesia acap kali diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Hal tersebut membuat rakyat jadi sulit untuk berdaya saing. Pada akhirnya, elemen rakyat yang kuatlah yang akan menang.
"Hari ini coba tunjukkan, mana ada rakyat mampu bersaing? Tidak ada. Tingkat kompetitifnya rendah, indeks pembangunan manusianya juga rendah, apalagi santri mengalami penurunan daya saing yang sangat mendasar," ucap dia.
Padahal, kata Cak Imin, Indonesia mempunyai sumber daya alam yang begitu melimpah. Mestinya, kekayaan itu dapat dikelola dan diolah sehingga bermanfaat bagi semua rakyat Indonesia.
"Indonesia katanya kaya raya, sumber daya alam melimpah ruah, ada lagunya itu tanah kita tanah surga tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Batu pun jadi ekonomi besar," ungkap dia.
"Faktanya matematika itu bohong, faktanya teori itu tidak jalan, betul tidak? 20 tahun ini matematika itu harus kita tinggalkan cara kerjanya. Ketemu lah bahwa pengelolaan sumber daya alam ini salah," lanjut dia.
Advertisement
Kader PKB Persiapkan Diri Jadi Pemimpin
Di lokasi yang sama, Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda meminta para kader muda PKB untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin di berbagai tingkatan.
Huda bahkan menyinggung sulitnya menemukan figur pemimpin yang dinilai berhasil menjawab kebutuhan rakyat dalam dua dekade terakhir. Maka dari itu, dia mendorong kader PKB untuk tidak sekadar hadir dalam politik, tetapi juga mampu menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang nyata.
"Sebagaimana tadi perintah Ketua Umum, kita ingin aktivitas konsolidasi PKB ke depan tidak lagi di level Kabupaten, tapi kita ingin konsolidasi sudah di level kecamatan-kecamatan di seluruh Jawa Barat," kata dia.