Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengapresiasi tinggi partisipasi anak-anak dan kelompok disabilitas dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Beliau menilai langkah pemerintah daerah se-Bali ini sangat tepat dan strategis bagi masa depan bangsa.
Apresiasi ini disampaikan Isyana usai membuka pawai pembukaan PKB 2026 di Denpasar pada hari Sabtu. Menurutnya, pelibatan kelompok ini krusial dalam menghadapi bonus demografi yang menuntut karakter kokoh dan kemampuan bersaing di tengah arus globalisasi.
Keterlibatan aktif generasi muda dan disabilitas dalam ajang seni budaya seperti PKB menjadi cerminan nyata. Hal ini menunjukkan bahwa mereka mampu melestarikan budaya, khususnya budaya Bali, serta menjawab tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
Advertisement
Advertisement
Generasi Muda dan Pelestarian Budaya Bali
Dari perspektif Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Isyana menyoroti pentingnya partisipasi generasi muda. Indonesia kini memasuki masa bonus demografi yang memerlukan fondasi karakter kuat.
Partisipasi anak-anak dan remaja dalam PKB 2026 merupakan wujud konkret pelestarian budaya. Mereka diharapkan menjadi seniman penerus yang sukses menjaga warisan budaya Bali.
Keterlibatan ini juga menjadi bekal berharga bagi generasi muda. Mereka akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Inklusivitas Disabilitas dalam Berkesenian
Isyana Bagoes Oka juga menyoroti keterlibatan kelompok disabilitas yang merata di seluruh kontingen pawai kabupaten/kota. Beliau sangat mengapresiasi semangat dan keberanian mereka untuk tampil.
Keterlibatan disabilitas dalam berkesenian membuktikan bahwa tidak ada yang tertinggal dalam pelestarian budaya. Ini adalah langkah penting untuk menciptakan kesetaraan di masyarakat.
Dengan wadah seperti PKB, kelompok disabilitas termotivasi untuk berkreasi. Mereka dapat menunjukkan bakat serta kemampuan mereka di panggung seni terbesar.
Advertisement
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan tidak ada tantangan berarti dalam melibatkan seniman disabilitas. Mereka bahkan merasa senang dapat berkesenian di festival ini.
Advertisement
Peran Pemerintah Daerah dan Tujuan PKB 2026
Pemerintah Kabupaten Badung menjadi salah satu daerah yang aktif mengikutsertakan anak-anak dan kelompok disabilitas. Selain pawai pembukaan, mereka juga akan tampil di rangkaian festival lainnya.
Bupati I Wayan Adi Arnawa menekankan pentingnya kesetaraan tanpa perbedaan dalam berkesenian. Ia ingin semua pihak memiliki kesempatan yang sama untuk berkreasi dan tampil.
Pemkab Badung meyakini bahwa ajang seperti PKB memotivasi segala kalangan masyarakat. Mereka menjadi lebih percaya diri menjalankan aktivitas bermanfaat sesuai keahliannya.
Advertisement
PKB 2026 sendiri akan berlangsung dari 13 Juni hingga 11 Juli 2026. Festival ini melibatkan total 673 sekaa dan yayasan seni, dengan sekitar 20.929 seniman berpartisipasi.
Sumber: AntaraNews