Rudal Rusia Hantam Kyiv, 8 Orang Tewas
Rusia melakukan serangan rudal balistik ke Kyiv, Ukraina, menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang akan diadakan di Ankara, Turki.
Rusia meluncurkan serangan rudal balistik ke Kyiv, Ukraina, pada hari Senin, yang mengakibatkan setidaknya delapan orang tewas dan puluhan lainnya terluka. Serangan ini terjadi satu hari sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang dijadwalkan di Ankara, Turki. Menurut laporan dari The Guardian pada Senin (6/7/2026), Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyatakan bahwa tim penyelamat masih berusaha mengevakuasi warga dari gedung-gedung yang hancur akibat serangan yang berlangsung sepanjang malam.
Otoritas setempat melaporkan bahwa tujuh orang tewas di Kyiv, sementara satu korban lainnya meninggal di Distrik Bucha, yang terletak di sebelah barat laut ibu kota. Selain itu, sedikitnya 34 orang mengalami luka-luka di Kyiv dan daerah sekitarnya. Kepala Administrasi Militer Wilayah Kyiv, Tymur Tkachenko, mengungkapkan bahwa rudal dan pesawat tanpa awak (drone) menyerang beberapa gedung apartemen dan bangunan lainnya. "Musuh menyerang menggunakan rudal balistik," ujar Tkachenko melalui Telegram.
Klitschko juga menambahkan bahwa sistem pertahanan udara Ukraina telah diaktifkan dan meminta warga untuk tetap berada di tempat perlindungan hingga situasi dinyatakan aman. Serangan ini terjadi menjelang KTT NATO yang akan dimulai pada hari Selasa mendatang di Ankara. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy diperkirakan akan mendiskusikan perkembangan perang Rusia-Ukraina selama pertemuan tersebut. Ini adalah serangan kedua yang menargetkan Kyiv dan sekitarnya dalam waktu kurang dari seminggu, menunjukkan peningkatan intensitas serangan jarak jauh dari kedua belah pihak, yang menandakan eskalasi konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina.
Ukraina memperkuat serangan mereka
Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina telah meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi di Rusia, termasuk di wilayah yang dikuasai oleh Moskow. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk melemahkan kemampuan logistik dan militer Kremlin. Di Semenanjung Krimea yang telah dianeksasi oleh Rusia, Gubernur Mikhail Razvozhayev melaporkan bahwa serangan Ukraina di dekat Sevastopol sempat mengganggu pasokan listrik. "Setelah serangan musuh terhadap infrastruktur energi di dekat Sevastopol, kota kami sempat mengalami pemadaman listrik," tulis Razvozhayev melalui Telegram.
Di sisi lain, Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengungkapkan bahwa sistem pertahanan udara Rusia berhasil mencegat beberapa gelombang drone yang menuju ibu kota. Sementara itu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menegaskan bahwa pasukannya masih terus berjuang untuk mempertahankan Kota Kostyantynivka di wilayah Donetsk, yang dianggap sebagai titik strategis bagi pertahanan Ukraina di kawasan timur. Sebelumnya, Rusia mengklaim telah menguasai kota tersebut pada Jumat pekan lalu. Namun, Kyiv dengan tegas membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai informasi yang tidak benar. "Pertempuran untuk Kostyantynivka masih terus berlangsung, kota yang telah diklaim Putin sebagai miliknya. Namun jelas, ia tidak akan pernah berani muncul di sana," ujar Zelenskyy dalam pidato malamnya.