Inggris Uji Coba Rudal Jarak Jauh Nightfall, Siap Dipasok ke Ukraina
Inggris dilaporkan telah melakukan uji coba rudal jarak jauh baru, Nightfall, yang akan dipasok ke Ukraina. Uji coba rudal Inggris ini bertujuan memperkuat kemampuan Kyiv menyerang Moskow, memicu kekhawatiran Rusia.
Inggris dilaporkan telah melakukan uji coba rudal jarak jauh terbarunya yang diberi julukan Nightfall. Rudal canggih ini diproyeksikan akan segera dipasok ke Ukraina, bertujuan untuk memperkuat kemampuan serangan Kyiv. Langkah ini segera memicu reaksi keras dari Rusia, yang secara konsisten menganggap pasokan senjata ofensif semacam itu sebagai bentuk keterlibatan langsung dalam konflik yang sedang berlangsung.
Menurut laporan yang diterbitkan oleh surat kabar The Telegraph pada hari Sabtu, mengutip sumber dari Kementerian Pertahanan Inggris, uji coba rudal tersebut telah dilaksanakan. Lokasi pengujian berada di lapangan tembak yang terletak di Hebrides, lepas pantai Skotlandia. Rencananya, uji coba lanjutan akan dilakukan di berbagai lokasi di Inggris dalam beberapa bulan mendatang untuk memastikan kesiapan operasionalnya.
Pengembangan rudal balistik presisi ini pertama kali diumumkan secara resmi oleh Kementerian Pertahanan Inggris pada bulan Januari lalu. Nightfall dirancang secara khusus dengan kemampuan jangkauan yang impresif, melebihi 500 kilometer atau sekitar 311 mil, menjadikannya ancaman strategis yang signifikan bagi target musuh yang berada jauh di belakang garis depan.
Detail Teknis dan Proses Pengembangan Rudal Nightfall
Rudal eksperimental Nightfall dirancang dengan spesifikasi yang mengesankan, termasuk hulu ledak seberat 250 kilogram, atau sekitar 551 pon. Kemampuan terbangnya sangat cepat, mencapai kecepatan hampir 600 kilometer per jam, yang memberikan daya hancur dan kecepatan respons yang superior. Dengan jangkauan operasional lebih dari 500 kilometer, rudal ini akan memberikan Ukraina kapasitas untuk menyerang target strategis yang lebih dalam di wilayah Rusia, termasuk potensi ancaman terhadap Moskow.
Proses pengembangan senjata canggih ini merupakan hasil kolaborasi dari tiga perusahaan Inggris terkemuka di sektor pertahanan. MGI Engineering, bersama dengan MBDA yang dikenal sebagai produsen rudal Storm Shadow, dan Rotron Aerospace, berhasil memenangkan tender untuk proyek ini. Keterlibatan perusahaan-perusahaan ini menunjukkan kapasitas industri pertahanan Inggris dalam menciptakan teknologi militer mutakhir dan inovatif.
Kontrak awal untuk proyek pengembangan rudal ini, yang dikenal dengan nama Project Brakestop, memiliki nilai sekitar 5 juta poundsterling. Angka ini kemudian mengalami penambahan signifikan sebesar 15 juta poundsterling, sehingga total investasi mencapai sekitar 20 juta poundsterling. Jumlah ini setara dengan sekitar Rp117 miliar pada kontrak awal dan total mencapai sekitar Rp532 miliar dengan penambahan, menggarisbawahi besarnya komitmen finansial Inggris terhadap program senjata ini.
Peringatan Keras Rusia dan Implikasi Global
Presiden Rusia Vladimir Putin telah berulang kali mengeluarkan peringatan keras terkait bantuan militer yang diberikan oleh negara-negara Barat kepada Ukraina. Pada tahun 2024, Putin secara eksplisit menyatakan bahwa negara-negara yang menyediakan bantuan militer, terutama senjata jarak jauh, dianggap sebagai pihak yang terlibat langsung dalam konflik. Menurutnya, pasokan senjata presisi jarak jauh ke Kyiv berpotensi merusak stabilitas dan keamanan global secara fundamental.
Sejalan dengan pernyataan Putin, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga telah menegaskan sikap tegas Moskow mengenai pengiriman senjata. Lavrov secara terbuka menyatakan bahwa setiap pengiriman yang berisi senjata untuk Ukraina adalah target yang sah bagi pasukan Rusia. Pernyataan ini secara jelas mengindikasikan adanya potensi peningkatan eskalasi konflik yang signifikan jika rudal Nightfall benar-benar dikirim dan digunakan.
Langkah Inggris untuk memasok rudal jarak jauh ke Ukraina ini berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik yang sudah ada. Kekhawatiran akan eskalasi konflik menjadi semakin besar dengan adanya kemampuan baru bagi Ukraina untuk menyerang wilayah Rusia secara lebih mendalam. Situasi ini menuntut perhatian serius dari komunitas internasional untuk mencegah dampak yang lebih luas dan tidak terduga.
Sumber: AntaraNews