Pesan Penting Ketua DPD RI GKR Hemas untuk Anak Muda di Tengah Arus Modernisasi
Hemas mengungkapkan, tantangan yang dihadapi generasi penerus saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan era sebelumnya.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, GKR Hemas menaruh harapan besar bagi masa depan kepemimpinan anak muda di Indonesia. Di tengah arus modernisasi, ia menekankan pentingnya menjaga identitas dan akar kebudayaan nasional.
Hemas juga memberikan pandangan strategisnya mengenai tantangan generasi muda ke depan. "Saya kira yang pertama, saya senang bisa hadir di tengah-tengah mereka sebagai generasi yang lama untuk dilanjutkan pada oleh generasi muda," kata GKR Hemas usai acara National Leadership Cam di Vokasi UI, Depok, Jawa Barat, Sabtu (20/6).
Hemas mengungkapkan, tantangan yang dihadapi generasi penerus saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan era sebelumnya. Kemajuan teknologi global menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kuat dari para mahasiswa.
"Tentu harapan saya banyak sekali. Mereka tidak hanya punya kekuatan secara fisik, secara mental, pemikiran, tapi justru jangan meninggalkan budaya bangsa sendiri," ujarnya.
Kondisi sosiologis generasi muda masa kini dinilai sangat dinamis karena datang dari berbagai latar belakang perguruan tinggi. Namun, perbedaan tersebut diharapkan tidak menjadi penghalang untuk bersatu demi kemajuan negara.
"Memang kita ini sekarang dihadirkan dari seluruh kampus dan beraneka macam anak-anak yang terdidik di kampus-kampus mereka, tetapi menjadi satu di dalam pemikiran khususnya untuk bangsanya sendiri," ucapnya.
Arus Globalisasi Geser Peran Manusia
Lebih lanjut, Senator asal Yogyakarta ini menyoroti bagaimana arus globalisasi mulai menggeser peran manusia. Salah satu fenomena nyata yang kini mulai dirasakan adalah digitalisasi dan otomatisasi di berbagai sektor kehidupan.
"Mungkin salah satu contoh, dengan adanya apa? perubahan tenaga manusia diganti dengan mesin. Ya kan? Ini kan harus kita ubah cara berpikir kita ke depannya, bahwa eh apa namanya? pengaruh global itu banyak sekali," jelasnya.
Hemas juga turut mendorong para mahasiswa untuk berani bermimpi besar dalam kancah politik dan kepemimpinan nasional. Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat.
"Oh, kalau bisa ini yang sekarang peserta sekarang salah satunya bisa jadi presiden Indonesia. Karena kita berharap semua anak muda harus punya cita-cita setinggi apa pun. Yang penting dia punya integritas, kejujuran, dan dia punya moral yang baik," pungkasnya.