Dihadiri Megawati, Rano Karno Buka Festival Bulan Bung Karno 2026 di Taman Proklamasi

Festival ini digelar sebagai momentum penting untuk merefleksikan kembali perjuangan serta pemikiran-pemikiran besar dari sang proklamator.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Dihadiri Megawati, Rano Karno Buka Festival Bulan Bung Karno 2026 di Taman Proklamasi
Dihadiri Megawati, Rano Karno Buka Festival Bulan Bung Karno 2026 di Taman Proklamasi (Merdeka.com)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi membuka gelaran Festival Bung Karno dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno tahun 2026. Acara akbar ini diselenggarakan di kawasan bersejarah Taman Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

Pembukaan festival tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno alias Bang Doel. Dalam sambutannya, ia mengingatkan seluruh warga yang hadir untuk pentingnya menjaga ingatan sejarah bangsa. Apalagi, tempat pelaksanaan acara tersebut memiliki nilai historis yang sangat kuat bagi kemerdekaan Indonesia.

"Di tanah inilah, kata-kata kemerdekaan pernah bergemuruh, mengguncang langit Indonesia. Di sinilah Republik ini lahir, bukan dari kemewahan, tetapi dari keberanian, bukan dari rasa takut, tetapi dari tekad. Bukan dari perpecahan, tetapi dari persatuan," kata Bang Doel dalam sambutannya di Taman Proklamasi, Jakarta, Sabtu (20/6).

Festival ini digelar sebagai momentum penting untuk merefleksikan kembali perjuangan serta pemikiran-pemikiran besar dari sang proklamator. Pemprov DKI Jakarta berharap kegiatan ini mampu menyalakan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Bang Doel juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak sekadar seremonial dalam mengenang jasa pahlawan. Lebih dari itu, nilai-nilai luhur Pancasila juga harus diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

"Menghormati Bung Karno berarti melanjutkan cita-citanya. Menghormati Bung Karno berarti menghidupkan Pancasila dalam tindakan. Menghormati Bung Karno berarti menjadikan kebudayaan sebagai jiwa bangsa, bukan sekadar hiasan panggung," tegasnya.

Kesadaran Akar Budaya

Sebagai kota megapolitan, Jakarta diharapkan tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik dan modernisasi. Kesadaran akan akar budaya dan sejarah bangsa juga harus tetap menjadi pilar utama pembangunan kota.

"Sebab, kota yang lupa sejarah akan kehilangan arah. Bangsa yang tercabut dari budaya akan kehilangan jiwa," ucapnya.

Melalui festival ini, Pemprov DKI Jakarta juga memfasilitasi berbagai kegiatan kebudayaan dan ekonomi kreatif bagi warga. Mulai dari perlombaan pidato, penampilan seni, hingga pelibatan pelaku UMKM kuliner Nusantara.

Di akhir pidatonya, Bang Doel mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia meminta warga agar tidak mudah terpecah belah oleh perbedaan pandangan politik maupun pilihan.

Jaga Api dengan Kerja dan Cinta

"Mari kita jaga api dengan kerja, dengan cinta, dengan kebudayaan, dengan persatuan, dengan keberanian, untuk terus percaya bahwa Indonesia adalah rumah besar kita bersama," paparnya.

"Pada akhirnya, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Festival Bung Karno dalam rangka Bulan Bung Karno tahun 2026 secara resmi kita buka," pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Sekda Uus Kuswanto serta sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP.

Rekomendasi