Cerita Keluarga Mencari Jejak Nadira Mahasiswi Telkom yang Hilang
Hingga saat ini tidak ada alasan yang dapat menjadi dasar untuk menduga ke mana Nadira pergi.
Keluarga masih berupaya mencari keberadaan Nadira Az-Zahra (21), mahasiswi Telkom University yang dilaporkan hilang sejak 30 Juni 2026.
Sampai hari ini, Senin (6/7), keluarga belum menemukan petunjuk yang dapat menjelaskan alasan Nadira pergi meninggalkan rumah.
Sebelum dinyatakan hilang, Nadira sempat berpamitan kepada keluarga untuk berangkat ke kampus. Namun setelah itu, dia tidak lagi memberikan kabar sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Perwakilan keluarga, Budhi Purwana tidak menyangka Nadira menghilang secara tiba-tiba. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada alasan yang dapat menjadi dasar untuk menduga ke mana Nadira pergi.
"Itu yang kami heran ya, rasanya enggak ada alasan yang menjadi sandaran ananda kami ini pergi ke mana. Kami diliputi kebingungan dengan opsi-opsi itu, prasangka-prasangka yang ada. Karena tidak cukup punya alasan untuk menyimpulkan dia pergi ke mana, karena apa, kami tidak punya cukup bukti itu," kata Budhi, mengutip wawancaranya dengan presenter EMTEK Media, Senin (6/7/2026).
Selama ini Nadira dikenal sebagai pribadi yang terbuka kepada keluarga. Karena itu, dia meyakini apabila ada persoalan yang dihadapi, Nadira tidak akan sungkan untuk membicarakannya.
"Enggak ada, dia sangat terbuka. Jika ada masalah-masalah yang seperti itu sih, bagi keluarga kami hal biasa, bisa dikomunikasikan enggak ada kesungkanan untuk dikomunikasikan," ujarnya.
Sejauh yang diketahui keluarga, Nadira tidak memiliki teman dekat laki-laki yang kerap datang ke rumah.
"Sampai saat ini, cowok datang ke rumah juga enggak pernah ada," ujarnya.
Atas dasar itu, keluarga mengaku belum bisa menarik kesimpulan mengenai keberadaan Nadira. Mereka memilih menunggu hasil penyelidikan kepolisian dibanding berspekulasi.
"Sejauh ini kami tidak punya cukup bukti yang terkonfirmasi ya. Asumsi-asumsi saja yang berseliweran," ujarnya.
Dalam proses pencarian, kepolisian juga melakukan pelacakan terhadap nomor telepon yang digunakan Nadira. Namun, berdasarkan hasil penelusuran sementara, nomor tersebut sudah tidak lagi aktif.
"Sejauh ini nomor-nomor itu enggak aktif tapi lagi diupayakan tracing melalui provider di devicenya gitu. Tapi ternyata ada kesulitan juga untuk menuntukan titiknya mungkin soal akurasi dan lain-lain," katanya.
Selain melacak nomor telepon, penyidik turut menelusuri aktivitas digital Nadira melalui riwayat transaksi perbankan elektronik dan aplikasi transportasi online.
"Kami juga masuk ke transaksi ebanking, transaksi gojek sudah ada konfirmasi benar bahwa yang mengantar Nadira itu siapa dan lain-lain sudah ada di tangan kepolisian," ujarnya.