Nelayan Sungailiat Meninggal Tersambar Petir Saat Melaut, Anak Kandung Luka-luka
Seorang nelayan Sungailiat meninggal dunia di perairan Karang Lakorek akibat tersambar petir saat mencari ikan. Insiden tragis ini juga melukai anak kandung korban yang ikut melaut.
Kejadian tragis menimpa seorang nelayan asal Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hasanuddin (42) ditemukan meninggal dunia di perairan Karang Lakorek setelah diduga tersambar petir saat mencari ikan. Insiden memilukan ini terjadi pada Sabtu (6/12) di tengah kondisi cuaca ekstrem yang kerap melanda perairan setempat.
Korban saat itu sedang melaut bersama anak kandungnya, Bahar (12), yang juga menjadi anak buah kapal (ABK) pada perjalanan naas tersebut. Bahar berhasil selamat namun mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis. Peristiwa ini mengguncang masyarakat nelayan setempat dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Tim gabungan dari Satpolairud Polres Bangka, Sat Polairud Direktorat Polda Babel, serta masyarakat nelayan dan relawan Sekaban segera melakukan evakuasi. Jenazah korban berhasil dievakuasi melalui dermaga Polairud dan dibawa ke rumah duka di Lingkungan Parit Pekir Sungailiat. Proses evakuasi dilakukan cepat mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi membahayakan tim penyelamat.
Detik-detik Insiden dan Proses Evakuasi Cepat
Kepala Pelaksana BPBD Bangka, Rusmansyah, memberikan keterangan resmi terkait insiden tragis yang menimpa nelayan Sungailiat ini. "Kejadian terjadi di perairan Karang Lakorek Sungailiat, korban bersama anak buah kapal (ABK) atas nama Bahar (12) yang merupakan anak kandung korban," kata Rusmansyah. Informasi ini menegaskan bahwa korban sedang menjalankan profesinya saat musibah terjadi.
Proses evakuasi terhadap jenazah Hasanuddin dilakukan dengan koordinasi yang baik antara berbagai pihak. Tim gabungan bekerja keras untuk mengangkat tubuh korban dari laut yang bergejolak. Petugas memastikan seluruh proses pengangkatan korban berjalan cepat mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi memburuk.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Hasanuddin langsung dibawa menuju rumah duka untuk persiapan pemakaman. Sementara itu, Bahar, sang anak yang mengalami luka-luka, segera mendapatkan penanganan medis intensif. Ia dilarikan ke rumah sakit terdekat guna memastikan kondisi kesehatannya stabil.
Peringatan Cuaca Ekstrem dan Keselamatan Nelayan
Rusmansyah juga tidak lupa menyampaikan imbauan serius kepada seluruh nelayan di Kabupaten Bangka. Ia mengingatkan agar para nelayan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca ekstrem saat melaut. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas penangkapan ikan.
"Saya imbau seluruh nelayan yang melakukan aktivitas penangkapan ikan di laut supaya mewaspadai kondisi cuaca di perairan itu karena diprediksi dalam kondisi cuaca ekstrem," tegas Rusmansyah. Peringatan ini diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Cuaca ekstrem seperti badai petir dapat datang tiba-tiba dan sangat membahayakan. Oleh karena itu, nelayan dianjurkan untuk selalu memantau informasi prakiraan cuaca dari BMKG sebelum berangkat. Melengkapi diri dengan alat keselamatan yang memadai juga sangat penting untuk meminimalisir risiko.
Duka Keluarga dan Pemakaman Almarhum
Kepergian Hasanuddin meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, terutama kelima anaknya yang masih kecil. Kepala Lingkungan Parit Pekir Sungailiat, Muhammad Rozi, turut menyampaikan rasa belasungkawa. Ia menjelaskan bahwa profesi nelayan adalah tumpuan hidup keluarga almarhum.
"Mencari ikan di laut atau sebagai nelayan merupakan pekerjaan korban yang meninggalkan lima orang anak dengan usia masih kecil," kata Rozi. Pernyataan ini menggambarkan betapa beratnya kehilangan sosok kepala keluarga yang menjadi tulang punggung.
Jenazah Hasanuddin rencananya akan dimakamkan pada hari yang sama dengan insiden, yakni Sabtu (6/12). Prosesi pemakaman akan dilaksanakan di pemakaman Sri Menanti Sungailiat. Seluruh kerabat dan tetangga turut mengiringi kepergian almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Sumber: AntaraNews