Lagi Main HP Sambil Ngecas, Seorang Remaja Tersambar Petir
Meski di rumah, petir ternyata dapat menyambar jika ada orang yang menggunakan HP sambil dicas.
Lisa Henderson, seorang remaja perempuan di Alabama, Amerika Serikat, mengalami cedera ringan dan kehilangan ingatan sesaat setelah tersambar petir melalui kabel charger ponselnya di tengah badai.
Insiden itu terjadi pada Minggu sore. Kala itu dia sedang berbaring di tempat tidurnya sambil menggunakan ponsel yang terhubung ke charger. Sambaran petir diduga merambat lewat jaringan listrik rumah hingga ke kabel ekstensi yang ia gunakan.
“Saat saya nonton video, tiba-tiba ada kilatan terang dan suara ledakan keras. Setelah itu telinga saya hanya mendengar dengingan,” kata Lisa kepada Times Daily via NYPost, Jumat (4/7).
Setelahnya, Ia juga merasakan kesemutan hebat yang menjalar dari tangan ke bahu kanannya. Beruntungnya, ia sempat melempar HPnya saat merasakan sengatan petir. Jika tidak, bisa jadi akan terluka parah. Dalam perjalanan, ia mengaku kesulitan mengingat informasi sederhana seperti usia dan namanya sendiri.
“Saya coba bilang umur saya, malah ragu. Butuh waktu buat mikir dulu,” ujarnya.
Dokter menyebut posisi tubuh Lisa saat berbaring membantu menghindari kerusakan lebih serius, karena sambaran listrik tidak langsung mengarah ke jantung.
“Mereka bilang kalau badan saya lebih kecil atau posisi lain, mungkin lebih parah,” jelasnya.
Menariknya, Lisa mengaku ini bukan pertama kalinya ia tersambar petir. Ia bercerita pernah mengalami kejadian serupa saat masih anak-anak. Meski syok, ia tetap bisa menertawakan insiden ini.
Peristiwa ini memicu peringatan keras dari pakar keselamatan tentang bahaya menggunakan perangkat elektronik yang terhubung ke listrik saat badai petir. Arus listrik dari sambaran petir bisa merambat lewat kabel rumah, termasuk charger ponsel yang tampak sepele.
Kasus Lisa Henderson kini menjadi pengingat penting akan risiko tersembunyi di dalam rumah saat badai melanda. Meski hanya mengalami luka ringan dan gangguan ingatan sementara, ia berharap pengalamannya bisa mencegah orang lain mengalami hal serupa.