Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) berhasil meraih penghargaan prestisius atas capaian tingkat penyelesaian Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) Semester II Tahun 2025. Penghargaan ini diberikan dalam kategori kementerian/lembaga dengan pagu anggaran di atas Rp1 triliun, dengan nilai penyelesaian mencapai 98,4 persen. Capaian gemilang ini diserahkan oleh Anggota III Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Akhsanul Khaq kepada Sekretaris Utama BPKP Raden Mas Aris Santosa di Jakarta.
Pencapaian luar biasa ini merefleksikan kepatuhan, komitmen, serta konsistensi BPKP dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan secara tepat waktu dan berkualitas. Hal ini menjadi indikator penting dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Apresiasi ini juga menjadi motivasi bagi BPKP untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan internal.
Pemberian penghargaan tersebut juga diiringi dengan agenda seminar yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaporan dan penguatan fungsi pengawasan intern. Seminar ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya laporan keuangan dan kinerja kementerian/lembaga yang berkualitas serta bernilai tambah. Inisiatif ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemeriksaan dan tindak lanjut untuk perbaikan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Acara penghargaan bagi BPKP ini bukan hanya seremonial semata, melainkan juga menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan dan strategi. Seminar bertajuk “Peningkatan Kapasitas Pelaporan dan Penguatan Fungsi Pengawasan Intern untuk Mewujudkan Laporan Keuangan dan Kinerja Kementerian/Lembaga yang Berkualitas dan Bernilai Tambah” turut diselenggarakan. Agenda ini merupakan bentuk apresiasi atas kinerja optimal BPKP dalam menyelesaikan tindak lanjut hasil pemeriksaan.
Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian, Infrastruktur, dan Pembangunan Kewilayahan (PIPK) BPKP Aryanto Wibowo menjadi salah satu pembicara utama. Beliau menyampaikan materi mengenai strategi peningkatan kualitas reviu dalam penyusunan laporan keuangan dan kinerja kementerian/lembaga. Paparan ini menyoroti aspek-aspek krusial yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan laporan yang akurat dan relevan.
Aryanto Wibowo menekankan bahwa langkah awal perbaikan laporan keuangan adalah mengidentifikasi akar permasalahan secara tepat. Pemahaman mendalam terhadap penyebab masalah akan memungkinkan perbaikan yang lebih terarah dan efektif. Fokus pada akar masalah dapat mencegah terulangnya temuan pemeriksaan di masa mendatang.
Advertisement
Advertisement
Perbaikan harus difokuskan pada penyempurnaan proses bisnis hingga tahap akhir jika akar permasalahan sudah diketahui. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap aspek dalam siklus pelaporan keuangan telah dievaluasi dan ditingkatkan. Tujuannya adalah untuk meminimalisir potensi kesalahan dan meningkatkan efisiensi operasional.
Peningkatan kualitas pelaporan keuangan dan kinerja pemerintah memerlukan penguatan pada level strategis dan teknis. Hal ini termasuk optimalisasi tiga lini pengendalian yang melibatkan pelaksana kegiatan, penyusun laporan, serta Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Sinergi antara ketiga lini ini sangat penting untuk menciptakan sistem pengawasan yang komprehensif.
Strategi peningkatan kualitas juga mencakup penyempurnaan sistem informasi yang digunakan dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan. Sistem harus lebih andal, terintegrasi, dan akuntabel untuk mendukung proses pelaporan yang efektif. Dengan demikian, informasi yang dihasilkan akan lebih akurat dan dapat dipercaya untuk pengambilan keputusan.
Advertisement
Upaya yang konsisten dan berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan dan kinerja kementerian/lembaga secara signifikan. Laporan yang berkualitas akan menyajikan informasi yang lebih akurat, relevan, dan bernilai dalam mendukung pengambilan keputusan. Hal ini pada akhirnya akan memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
Sumber: AntaraNews