Kronologi Pasutri di Sumba Barat Daya Tewas Tersambar Petir
Gabriel Wilunga, kerabat mereka melihat kabel listrik sementara terbakar di samping korban.
Pasangan suami istri (Pasutri) di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas disambar petir.
Stefanus Ngongo Bani (36) dan istrinya Apliana Lero (35) disambar petir di Kampung Raba Malouna, Desa Kadi Wano, Kecamatan Wewewa Timur. Saat ditemukan, tubuh Pasutri ini telah menghitam dengan kondisi kulit terkelupas.
"Sebelum kejadian sekitar pukul 15.00 Wita, terjadi hujan deras," kata Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, AKP I Ketut Ray Artika, Rabu (5/3).
Kronologi
Menurutnya, saat itu korban Stefanus Ngongo Bani sedang duduk di dalam rumah di dekat pintu kamar dan berdekatan dengan terminal listrik.
Sedangkan istrinya, Apliana Lero sedang mencuci piring di belakang rumah besar bagian pojok. Tiba tiba terjadi petir dan menyambar kedua korban.
Gabriel Wilunga, kerabat mereka melihat kabel listrik sementara terbakar di samping korban. Gabriel kemudian menarik kabel listrik tersebut dan tubuh korban terlepas.
Warga mengecek kondisi kedua korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Keluarga korban kemudian melaporkan hal tersebut ke Polsek Wewewa Timur.
"Saat kedua korban disambar petir, tiga orang anak dari korban melihat langsung kejadian ini," jelas AKP I Ketut Ray Artika.
Menurutnya, jenazah para korban disemayamkan di rumah orang tuanya di Kampung Raba Malauna, Desa Kadi Wano, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya.
"Keluarga kedua korban menolak untuk dilakukan visum dan otopsi terhadap kedua korban," tutup I Ketut Ray Artika.