BMKG Ungkap Penyebab Gempa Dangkal Magnitudo 2,8 di Bener Meriah Akibat Sesar Aktif

Gempa bumi dangkal berkekuatan M 2,8 mengguncang Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Minggu dini hari. BMKG menjelaskan, Gempa Bener Meriah ini dipicu aktivitas sesar aktif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BMKG Ungkap Penyebab Gempa Dangkal Magnitudo 2,8 di Bener Meriah Akibat Sesar Aktif
Gempa bumi dangkal berkekuatan M 2,8 mengguncang Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Minggu dini hari. BMKG menjelaskan, Gempa Bener Meriah ini dipicu aktivitas sesar aktif. (AntaraNews)

Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 2,8 mengguncang wilayah Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, pada Minggu dini hari. Peristiwa ini terjadi tepatnya pukul 03:54:48 WIB dan menjadi perhatian masyarakat setempat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi gempa ini sebagai jenis gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di area tersebut.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah I, Hendro Nugroho, menyatakan bahwa gempa ini merupakan akibat dari pergerakan sesar aktif. Lokasi episenter dan kedalaman hiposenter menjadi indikator utama dalam penentuan jenis gempa. Gempa tersebut terasa di beberapa wilayah, termasuk Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,75 derajat Lintang Utara (LU) dan 96,81 derajat Bujur Timur (BT). Titik gempa ini berada di darat, sekitar enam kilometer barat Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Kedalaman hiposenter tercatat sangat dangkal, yakni enam kilometer dari permukaan tanah.

BMKG telah melakukan analisis mendalam terhadap gempa yang terjadi di Bener Meriah. Hasilnya menunjukkan bahwa gempa bumi ini dikategorikan sebagai gempa dangkal. Kedalaman hiposenter yang hanya enam kilometer menjadi salah satu penentu utama klasifikasi tersebut.

Hendro Nugroho, Kepala Balai Besar MKG Wilayah I, menjelaskan secara spesifik penyebab Gempa Bener Meriah. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan adanya pergerakan lempeng di bawah permukaan tanah.

Lokasi episenter gempa bumi ini teridentifikasi sangat dekat dengan pusat Kabupaten Bener Meriah. Tepatnya, koordinat 4,75 derajat Lintang Utara dan 96,81 derajat Bujur Timur menunjukkan posisi di darat. Jarak enam kilometer di sebelah barat kabupaten tersebut menjadi titik pusat getaran.

Gempa bumi dangkal di Bener Meriah ini dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di beberapa daerah. Intensitas guncangan tercatat pada skala III-IV MMI di Bener Meriah dan Aceh Tengah. Skala ini menunjukkan bahwa getaran dirasakan cukup jelas, bahkan oleh orang di dalam rumah.

Meskipun dirasakan, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan signifikan. BMKG terus memantau situasi dan mengumpulkan informasi terkait dampak Gempa Bener Meriah. Kondisi ini menunjukkan bahwa magnitudo 2,8 tidak menyebabkan kerusakan parah.

BMKG mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu tidak bertanggung jawab. Informasi akurat mengenai gempa dan potensi dampaknya hanya berasal dari sumber resmi. Masyarakat dianjurkan untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang beredar.

Untuk mendapatkan informasi resmi dan terpercaya, BMKG menyediakan berbagai kanal komunikasi yang terverifikasi. Masyarakat dapat mengakses informasi melalui:

  • Instagram/Twitter: @infoBMKG
  • Website: http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id
  • Telegram channel: https://t.me/InaTEWS_BMKG
  • Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi