Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengonfirmasi terjadinya gempa bumi tektonik yang getarannya dirasakan di Bener Meriah, Provinsi Aceh, pada Minggu dini hari pukul 03:29:00 WIB. Peristiwa ini disebabkan oleh aktivitas sesar aktif yang signifikan di bawah permukaan wilayah tersebut. Kepala Balai Besar MKG Wilayah I, Hendro Nugroho, secara resmi menyampaikan hasil analisis terkini dari lembaganya.
Gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo 2.9, menunjukkan kekuatan yang cukup untuk dirasakan secara lokal. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4.75° Lintang Utara dan 96.76° Bujur Timur, yang menempatkannya tepat di darat. Lokasi spesifiknya adalah 11 kilometer ke arah Barat dari pusat Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Dengan kedalaman hiposenter yang sangat dangkal, yakni hanya 4 kilometer, gempa ini dikategorikan sebagai jenis gempa bumi dangkal. Karakteristik ini berarti sumber getaran berada dekat dengan permukaan tanah, sehingga potensi dampak di area terdekat bisa lebih terasa. Aktivitas sesar aktif menjadi pemicu utama pergerakan lempeng bumi yang menghasilkan getaran ini.
Advertisement
Advertisement
Hasil analisis yang dilakukan oleh BMKG Wilayah I secara cermat menunjukkan bahwa gempa di Bener Meriah ini memiliki magnitudo terukur 2.9. Angka ini merupakan hasil pembaruan parameter yang dilakukan setelah pengumpulan data seismik yang lebih lengkap. Informasi ini sangat penting untuk memahami potensi dampak dan karakteristik gempa.
Lokasi episenter gempa yang berada di darat, 11 km Barat Kabupaten Bener Meriah, mengindikasikan bahwa sumber getaran berasal langsung dari daratan Aceh. Kedalaman hiposenter yang hanya 4 km menjadi faktor kunci. Gempa dangkal seperti ini seringkali memiliki dampak getaran yang lebih kuat di permukaan, meskipun dengan magnitudo yang relatif kecil.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif," ujar Hendro Nugroho. Penjelasan ini menegaskan bahwa bukan hanya pergerakan lempeng umum, melainkan aktivitas spesifik dari sesar lokal yang memicu gempa. Identifikasi sesar aktif ini krusial untuk pemetaan risiko bencana.
Advertisement
Sesar aktif adalah patahan geologi yang menunjukkan pergerakan terus-menerus dan berpotensi menghasilkan gempa bumi. Keberadaan sesar aktif di Bener Meriah memerlukan kewaspadaan. Pemahaman tentang jenis dan lokasi sesar ini membantu dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana gempa bumi di wilayah Aceh.
Advertisement
Berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat, getaran gempa bumi ini dirasakan di daerah Bener Meriah dengan skala intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk berat melintas. Meskipun demikian, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan yang signifikan sebagai dampak langsung dari gempa tersebut.
Hingga pukul 04:04 WIB, hasil monitoring yang dilakukan oleh BMKG secara berkelanjutan menunjukkan bahwa belum ada kejadian gempa bumi susulan yang terdeteksi. Kondisi ini memberikan indikasi bahwa aktivitas seismik pasca-gempa utama relatif stabil. Namun, pemantauan intensif tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan lebih lanjut.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Penyebaran informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan kepanikan yang tidak perlu. Ketenangan dan rasionalitas sangat dibutuhkan dalam menghadapi situasi seperti ini.
Advertisement
BMKG menegaskan pentingnya hanya merujuk pada informasi resmi yang disebarkan melalui kanal komunikasi mereka yang telah terverifikasi. Kanal-kanal tersebut meliputi akun Instagram dan Twitter @infoBMKG, situs web resmi bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, channel Telegram @InaTEWS_BMKG, serta Mobile Apps (IOS dan Android) bernama wrs-bmkg atau infobmkg. Verifikasi sumber adalah langkah krusial untuk mendapatkan data yang valid.
Sumber: AntaraNews