FOTO: Harga Kedelai Impor Naik Produsen Tahu Kurangi Ukuran Produk
Kenaikan harga kedelai impor mulai berdampak pada produksi tahu di Depok.
Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di salah satu sentra produksi kawasan Pasir Putih, Depok, Jawa Barat, Senin (8/6/2026). Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menembus di atas Rp18.000 per dolar berdampak pada kenaikan harga bahan baku kedelai impor yang digunakan para perajin tahu.
Kenaikan harga kedelai impor membuat biaya produksi meningkat. Harga kedelai yang sebelumnya berada di kisaran Rp 9.000 per kilogram naik menjadi Rp 10.900 per kilogram. Kondisi tersebut mendorong produsen melakukan berbagai penyesuaian untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah meningkatnya beban produksi
Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengurangi ukuran tahu yang dipasarkan. Rata-rata ketebalan tahu yang sebelumnya mencapai 2,5 sentimeter kini dikurangi menjadi sekitar 2 sentimeter atau menyusut sekitar 20 persen. Penyesuaian ukuran dilakukan untuk menekan penggunaan bahan baku tanpa menaikkan harga jual secara signifikan.
Pelaku usaha menilai fluktuasi nilai tukar rupiah berpengaruh langsung terhadap biaya produksi karena sebagian besar kebutuhan kedelai masih bergantung pada pasokan impor. Kondisi tersebut membuat industri tahu skala kecil dan menengah menghadapi tekanan yang semakin besar di tengah ketidakpastian harga bahan baku.