Stok Kedelai Impor Kudus Dipastikan Cukup, Harga Alami Kenaikan Pasca-Lebaran

Meskipun harga kedelai impor di Kudus mengalami kenaikan pasca-Lebaran 2026, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus memastikan stok kedelai impor tetap tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Stok Kedelai Impor Kudus Dipastikan Cukup, Harga Alami Kenaikan Pasca-Lebaran
Meskipun harga kedelai impor di Kudus mengalami kenaikan pasca-Lebaran 2026, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus memastikan stok kedelai impor tetap tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar. (AntaraNews)

Ketersediaan stok kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, saat ini dipastikan cukup, meskipun terjadi kenaikan harga pasca-Lebaran 2026. Hal ini disampaikan oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus yang terus memantau pergerakan harga dan pasokan komoditas penting tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir akan kelangkaan, karena pasokan masih aman di tingkat pedagang grosir dan koperasi.

Hasil pantauan pada Jumat (17/4) menunjukkan bahwa harga kedelai impor secara eceran di sejumlah pasar tradisional di Kudus mencapai Rp12.000 per kilogram. Angka ini lebih tinggi dibandingkan beberapa hari sebelumnya yang hanya Rp11.500 per kilogram. Kenaikan harga ini terjadi setelah periode Lebaran 2026, meskipun stok tetap terjaga.

Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sonhaji, memperkirakan harga jual di tingkat agen, seperti koperasi pengusaha tahu tempe, mungkin lebih murah. Namun, ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena stok di sejumlah pedagang grosir tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus, Amar Ma'ruf, membenarkan bahwa harga jual kedelai impor memang masih tinggi, dengan tingkat koperasi menjual seharga Rp10.500 per kilogram. Meskipun ada kenaikan harga, Amar Ma'ruf memastikan bahwa stok kedelai impor tidak ada permasalahan dan kebutuhan konsumen siap dipenuhi.

Stok kedelai yang tersedia di gudang Primkopti Kudus saat ini berkisar 60 ton dan masih bisa ditambah sesuai permintaan dari produsen tahu maupun tempe. Fluktuasi harga menjadi salah satu faktor penyesuaian stok yang tersedia. Hal ini menunjukkan respons pasar terhadap dinamika harga global dan lokal.

Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa kenaikan harga jual kedelai impor ini dipicu oleh adanya konflik geopolitik antara Amerika dan Israel yang menyerang Iran. Konflik tersebut berdampak pada biaya transportasi komoditas impor, sehingga memengaruhi harga jual di pasar domestik.

Meskipun terjadi kenaikan harga bahan baku, sejumlah pengusaha tahu di Kabupaten Kudus belum berani menyesuaikan harga jual produk mereka. Kekhawatiran akan kehilangan pelanggan menjadi alasan utama di balik keputusan ini. Mereka khawatir jika menaikkan harga, pelanggan bisa berpindah ke penjual lain.

Harga tahu cetakan manual bijian berukuran sedang masih dijual Rp1.000 per buah, sementara ukuran besar dijual Rp1.200 per buah. Untuk tahu model cetakan per papan, harganya tetap Rp35.000. Kondisi ini menunjukkan upaya pengusaha untuk menjaga stabilitas harga di tengah tekanan biaya produksi yang meningkat.

Meskipun setiap papan tahu dijual dengan harga yang sama, pelanggan memiliki opsi untuk meminta pemotongan sesuai ukuran yang diinginkan. Hal ini menyebabkan harga jual di pasaran antar pedagang bisa berbeda, tergantung pada ukuran potongan yang ditawarkan kepada konsumen.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi