FOTO: Kenaikan Harga Kedelai Tekan Produksi Tahu di Jawa Timur
Kenaikan harga kedelai impor mulai memengaruhi aktivitas produksi perajin tahu di Jawa Timur.
Kenaikan Harga Kedelai Tekan Produksi Tahu di SurabayaSeorang pekerja menyaring kedelai giling yang telah dimasak untuk memperoleh ekstraknya di sebuah pabrik tahu di kawasan Dinoyo, Surabaya, Kamis (05/02/2026). Aktivitas tersebut mencerminkan dinamika yang tengah dihadapi perajin tahudi kawasan Jawa Timur akibat fluktuasi harga kedelai impor yang cenderung meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Harga kedelai impor yang naik dari Rp9.200 menjadi Rp9.800 per kilogram mendorong perajin melakukan penyesuaian produksi. Untuk menekan potensi kerugian, volume pengolahan kedelai dikurangi dari semula 5 kuintal menjadi sekitar 4,5 kuintal per hari. Langkah ini diambil agar biaya produksi tetap terkendali di tengah kenaikan harga bahan baku utama.
Untuk menjaga kelangsungan usaha, perajin melakukan berbagai strategi penyesuaian, mulai dari efisiensi penggunaan bahan baku hingga pengaturan ulang kapasitas produksi. Upaya tersebut dilakukan agar produksi tetap berjalan tanpa harus menaikkan harga jual secara signifikan. Namun, penyesuaian ini dinilai hanya bersifat sementara jika tren kenaikan harga kedelai terus berlanjut.
Saat ini, perajin tahu masih berupaya menjaga stabilitas harga di tingkat pasar dengan melakukan penyesuaian secara bertahap. Harapan juga disampaikan agar pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga kedelai, sehingga keberlangsungan usaha kecil dan menengah di sektor pangan tetap terjaga di tengah fluktuasi harga bahan baku.