Tragis! Tiga Bocah Tenggelam di Laut Depan Masjid 99 Kubah Makassar, Satu Meninggal

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah kota Makassar Muh Fadli Tahar mengaku mendapat laporan adanya tiga bocah yang nekat berenang.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Tragis! Tiga Bocah Tenggelam di Laut Depan Masjid 99 Kubah Makassar, Satu Meninggal
Tragis! Tiga Bocah Tenggelam di Laut Depan Masjid 99 Kubah Makassar, Satu Meninggal (Merdeka.com)

Tiga bocah dilaporkan tenggelam saat berenang di perairan depan Masjid 99 Kubah, Kota Makassar, Kamis (2/7) sekitar pukul 17.45 Wita. Dalam peristiwa tersebut, satu anak meninggal dunia, sementara dua lainnya berhasil diselamatkan setelah sempat tenggelam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah kota Makassar Muh Fadli Tahar mengaku mendapat laporan adanya tiga bocah yang nekat berenang di laut depan Masjid 99 Kubah Makassar. Fadli menyebut ketiganya sempat tenggelam, namun satu yang tidak bisa menyelamatkan diri.

"Korban bernama Muh Afid Al Imran bersama dua saudaranya sedang mandi-mandi di sekitar depan Mesjid 99 Kubah. Ketiganya sempat tenggelam, namun dua orang berhasil menyelamatkan diri," ujarnya kepada wartawan Kamis (2/6) malam.

Minta tolong kepada warga

Kedua bocah yang selamat tersebut lalu meminta tolong kepada warga dan melapor ke BPBD Kota Makassar untuk menyelematkan korban.

"Kedua saudaranya yang selamat lalu melapor ke orang sekitar mengenai adiknya yang masih tenggelam," kata Fadli.

Mendapatkan laporan, BPBD Kota Makassar mengerahkan 20 personel dan juga peralatan untuk melakukan pencarian korban. Pada pukul 18.37 Wita, korban akhirnya ditemukan 15 meter dari lokasi terakhir tenggelam.

"Pencarian dilakukan kurang lebih 1 jam. Pada akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ucapnya.

Jenazah Korban

Usai ditemukan, jenazah korban pun dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Jalan Kakak Tua, Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang. Fadli mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan perairan.

"Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perairan, terutama terhadap anak-anak yang harus berada dalam pengawasan orang tua atau pendamping," katanya.

Rekomendasi