Pemprov Babel Jamin Stok Kedelai Aman untuk Perajin Tahu-Tempe di Tengah Kenaikan Harga
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Babel memastikan stok kedelai Babel aman untuk perajin tahu-tempe, meski harga impor masih tinggi. Simak bagaimana perajin menyiasati kondisi ini.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan ketersediaan stok kacang kedelai di wilayahnya. Stok ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya para perajin tahu dan tempe di daerah tersebut.
Kepala Disperindag Provinsi Kepulauan Babel, Subekti Saputra, mengungkapkan bahwa pasokan kedelai dari luar daerah berjalan lancar. Kondisi ini menjadi jaminan bagi kelangsungan produksi pangan lokal di tengah kebutuhan yang terus ada.
Meskipun harga kedelai impor masih bertahan tinggi, ketersediaan bahan baku utama ini tidak menjadi kendala berarti. Perajin tahu dan tempe dapat terus beroperasi berkat pasokan stok kedelai Babel yang memadai, menjaga stabilitas pasokan pangan di pasar lokal.
Ketersediaan Stok Kedelai di Bangka Belitung
Subekti Saputra menjelaskan bahwa saat ini stok kedelai Babel di gudang distributor mencapai 390 ton. Jumlah ini dianggap lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan perajin di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang sangat bergantung pada komoditas ini.
Rincian stok kedelai tersebut tersebar di beberapa gudang distributor utama. Gudang CV Sumber Alam Lestari menyimpan 273 ton, Bina Purnama Bersama 52 ton, Elisabeth dua ton, dan UD Mawar sebanyak 63 ton. Distribusi yang merata ini membantu menjaga ketersediaan di berbagai titik.
Diperkirakan total stok kedelai Babel bisa mencapai 500 ton. Angka ini termasuk persediaan yang belum terdata di pedagang eceran, menunjukkan cadangan yang kuat di seluruh rantai pasok.
Kelancaran pasokan kedelai dari luar daerah menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas stok. Kondisi perairan yang aman untuk pelayaran kapal laut turut mendukung distribusi berbagai kebutuhan pokok, termasuk kedelai, yang esensial bagi industri tahu-tempe.
Tantangan Harga Kedelai Impor dan Dampaknya
Meskipun stok kedelai Babel aman, harga kedelai impor di tingkat pedagang eceran di Kota Pangkalpinang masih tinggi. Harga ini bertahan di angka Rp14.667 per kilogram, mencerminkan kondisi pasar global.
Kenaikan harga ini disebabkan oleh tingginya harga di daerah asal kedelai, yang merupakan faktor di luar kendali pemerintah daerah. Namun, kondisi ini belum secara signifikan mempengaruhi usaha tempe dan tahu berkat ketersediaan stok yang mencukupi.
Harga produk olahan seperti tempe bungkus masih stabil di Rp12.000 per bungkus, dan tahu putih juga bertahan di Rp16.000 per kilogram. Stabilitas harga ini penting untuk daya beli masyarakat.
Salah seorang pelaku usaha tahu, Aep Saefulloh, mengakui adanya tantangan ini dalam menjaga margin keuntungan. Ia terpaksa memperkecil ukuran tahu untuk mengantisipasi kerugian akibat biaya produksi yang meningkat.
"Memang sempat diprotes pedagang eceran, namun itu harus dilakukan mengingat biaya produksi yang meningkat dampak dari harga kedelai yang tinggi," ujar Aep Saefulloh, menjelaskan dilema yang dihadapi perajin.
Meskipun demikian, ketersediaan kedelai yang berlimpah tetap menjadi penopang utama bagi usaha para perajin. Mereka terus berupaya menjaga kualitas produk di tengah fluktuasi harga bahan baku demi memenuhi permintaan pasar lokal.
Sumber: AntaraNews