Bulog Bali Pastikan Stok Beras 10 Juta Kg Aman Jelang Galungan 2026, Harga Terkendali
Perum Bulog Bali menjamin stok beras 10 juta kg aman menjelang Galungan dan Kuningan 2026. Stok mencukupi, harga pangan terkendali, masyarakat tak perlu khawatir.
Perum Bulog Bali memastikan ketersediaan stok beras di gudang mereka mencapai 10 juta kilogram. Kepastian ini diberikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan yang akan datang. Pemimpin Wilayah Bulog Bali, Simon Melkisedek Lakapu, menyatakan bahwa total stok pangan yang dikuasai Bulog Bali saat ini mencapai 10.795.581 kilogram.
Jumlah ini dianggap sangat mencukupi untuk kebutuhan hingga 10 bulan ke depan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras maupun komoditas pangan strategis lainnya. Simon Lakapu mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan karena ketersediaan pangan sangat memadai.
Selain itu, saat memantau kondisi harga di pasar berbagai daerah, Bulog Bali mendapati harga beras dan sejumlah komoditas strategis masih relatif stabil. Hari Raya Galungan dan Kuningan sendiri rangkaiannya dimulai dari Penampahan Galungan Selasa, 16 Juni hingga Umanis Kuningan 28 Juni 2026.
Ketersediaan Stok Beras Menjelang Galungan
Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Bulog Bali menegaskan bahwa stok pangan yang mereka kuasai berada dalam kondisi aman. Total stok beras saat ini mencapai lebih dari 10 juta kilogram, siap memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Simon Melkisedek Lakapu menekankan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras maupun komoditas pangan strategis lainnya.
Ketersediaan stok yang melimpah ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat Bali dalam menyambut hari raya keagamaan. Bulog Bali berkomitmen penuh untuk menjaga pasokan tetap lancar dan stabil di seluruh wilayah. Ini merupakan bagian dari upaya Bulog untuk mendukung stabilitas ekonomi lokal dan ketahanan pangan daerah.
Dalam kondisi perekonomian yang menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian, Bulog saat ini fokus menyalurkan bantuan pangan alokasi Februari-Maret kepada masyarakat. Penyaluran ini bertujuan agar masyarakat yang berhak dapat memanfaatkan beras tersebut untuk kebutuhan di hari raya. Hal ini menunjukkan peran aktif Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Upaya Stabilisasi Harga dan Pasokan
Salah satu tugas utama Bulog adalah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di pasaran. Sampai saat ini, harga beras di Bali masih dalam kondisi yang terkendali. Bulog Bali terus berkoordinasi dengan satgas pangan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kondisi ini tetap terjaga.
Koordinasi intensif ini sangat penting terutama selama perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, ketika permintaan cenderung meningkat. Langkah-langkah preventif terus dilakukan untuk menghindari lonjakan harga yang tidak wajar. Hal ini menunjukkan komitmen Bulog dalam melindungi daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi.
Simon juga memastikan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui penyaluran beras ke pasar-pasar tradisional, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), kios pengecer, dan Rumah Pangan Kita (RPK) terdistribusi dengan lancar. Distribusi ini bertujuan menjaga keterjangkauan harga beras di tingkat konsumen.
Penyaluran Bantuan Pangan dan SPHP
Hingga pertengahan Juni 2026, Bulog Bali telah menyalurkan bantuan pangan alokasi Februari-Maret kepada 287.347 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Jumlah ini setara dengan 96,5 persen dari total pagu penerima di Provinsi Bali. Program bantuan pangan ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk membantu masyarakat, khususnya dalam menjaga daya beli dan memenuhi kebutuhan pangan pokok.
Simon memastikan percepatan penyaluran agar seluruh penerima manfaat dapat menerima haknya tepat waktu. Ini mencerminkan efektivitas program pemerintah dalam menjangkau masyarakat rentan dan memastikan distribusi bantuan yang merata.
Terkait SPHP, Bulog Bali telah menggelontorkan 3.028.010 kilogram Beras SPHP di seluruh wilayah Provinsi Bali. Penyaluran ini dioptimalkan sebagai instrumen stabilisasi harga, dengan distribusi yang masif dan merata. Diharapkan masyarakat dapat memperoleh beras berkualitas dengan harga yang terjangkau, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika permintaan cenderung meningkat.
Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat yang selama ini berjalan baik, Bulog meyakini dapat menjaga kondisi pangan daerah tetap aman dan kondusif selama perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Dengan stok yang mencukupi, harga yang stabil, serta berbagai program intervensi pemerintah yang berjalan efektif, masyarakat diharapkan dapat merayakan hari raya dengan tenang dan penuh kebahagiaan.
Sumber: AntaraNews