FOTO: Jeritan Produsen Tempe Hadapi Lonjakan Harga Kedelai Impor, Naik Tiga Kali dalam Sepekan

Harga kedelai impor mencatat kenaikan tiga kali berturut-turut dalam sepekan terakhir, melambung dari Rp9.900 menjadi Rp10.600 per kilogram.

Herman
Oleh Herman - Reporter
FOTO: Jeritan Produsen Tempe Hadapi Lonjakan Harga Kedelai Impor, Naik Tiga Kali dalam Sepekan
Pekerja memproduksi tempe di Jakarta, Kamis (17/4/2025). Produsen tempe mengeluhkan harga kedelai impor yang sudah naik tiga kali sejak sepekan terakhir dari Rp9.900 menjadi Rp10.600 per kilogram. Kenaikan harga ini berdampak terhadap meningkatnya biaya produksi mereka. (©Liputan6.com/Herman Zakharia)

Para pekerja industri tempe di Jakarta terus melanjutkan aktivitas produksi mereka di tengah tantangan ekonomi yang semakin berat, sebagaimana terlihat pada Kamis (17/4/2025). Produsen tempe tengah menghadapi situasi sulit akibat kenaikan signifikan harga bahan baku utama mereka.

Harga kedelai impor mencatat kenaikan tiga kali berturut-turut dalam sepekan terakhir, melambung dari Rp9.900 menjadi Rp10.600 per kilogram. Lonjakan harga ini memberikan tekanan berat terhadap para pengusaha tempe, terutama produsen skala kecil dan menengah yang menjadi tulang punggung industri pangan tradisional ini.

Dampak kenaikan harga bahan baku ini terasa langsung pada biaya produksi yang membengkak dan penurunan omzet para produsen.

Produsen tempe keluhkan kenaikan harga kedelai
Pekerja memproduksi tempe di Jakarta, Kamis (17/4/2025). Produsen tempe mengeluhkan harga kedelai impor yang sudah naik tiga kali sejak sepekan terakhir dari Rp9.900 menjadi Rp10.600 per kilogram. Kenaikan harga ini berdampak terhadap meningkatnya biaya produksi mereka. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
Produsen tempe keluhkan kenaikan harga kedelai
Pekerja memproduksi tempe di Jakarta, Kamis (17/4/2025). Produsen tempe mengeluhkan harga kedelai impor yang sudah naik tiga kali sejak sepekan terakhir dari Rp9.900 menjadi Rp10.600 per kilogram. Kenaikan harga ini berdampak terhadap meningkatnya biaya produksi mereka. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
Produsen tempe keluhkan kenaikan harga kedelai
Pekerja memproduksi tempe di Jakarta, Kamis (17/4/2025). Produsen tempe mengeluhkan harga kedelai impor yang sudah naik tiga kali sejak sepekan terakhir dari Rp9.900 menjadi Rp10.600 per kilogram. Kenaikan harga ini berdampak terhadap meningkatnya biaya produksi mereka. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
Produsen tempe keluhkan kenaikan harga kedelai
Pekerja memproduksi tempe di Jakarta, Kamis (17/4/2025). Produsen tempe mengeluhkan harga kedelai impor yang sudah naik tiga kali sejak sepekan terakhir dari Rp9.900 menjadi Rp10.600 per kilogram. Kenaikan harga ini berdampak terhadap meningkatnya biaya produksi mereka. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
Produsen tempe keluhkan kenaikan harga kedelai
Pekerja memproduksi tempe di Jakarta, Kamis (17/4/2025). Produsen tempe mengeluhkan harga kedelai impor yang sudah naik tiga kali sejak sepekan terakhir dari Rp9.900 menjadi Rp10.600 per kilogram. Kenaikan harga ini berdampak terhadap meningkatnya biaya produksi mereka. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
Produsen tempe keluhkan kenaikan harga kedelai
Pekerja memproduksi tempe di Jakarta, Kamis (17/4/2025). Produsen tempe mengeluhkan harga kedelai impor yang sudah naik tiga kali sejak sepekan terakhir dari Rp9.900 menjadi Rp10.600 per kilogram. Kenaikan harga ini berdampak terhadap meningkatnya biaya produksi mereka. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
Produsen tempe keluhkan kenaikan harga kedelai
Pekerja memproduksi tempe di Jakarta, Kamis (17/4/2025). Produsen tempe mengeluhkan harga kedelai impor yang sudah naik tiga kali sejak sepekan terakhir dari Rp9.900 menjadi Rp10.600 per kilogram. Kenaikan harga ini berdampak terhadap meningkatnya biaya produksi mereka. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
Rekomendasi