Transformasi Orthopedi Nasional Didorong Lewat Inovasi dan Teknologi Medis
Pengembangan layanan orthopedi menjadi salah satu fokus utama rumah sakit dalam menjawab kebutuhan pasien akan layanan kesehatan muskuloskeletal.
Perkembangan layanan ortopedia di Indonesia terus bergerak menuju pendekatan yang lebih modern dan terintegrasi. Didukung inovasi teknologi, kolaborasi multidisiplin, serta fokus pada pemulihan pasien, penanganan gangguan tulang dan sendi kini tidak hanya bertujuan mengatasi penyakit, tetapi juga mengembalikan mobilitas dan kualitas hidup pasien secara optimal.
Perkembangan penanganan ortopedia di Indonesia terus mengarah pada pemanfaatan teknologi dan pendekatan medis yang lebih terintegrasi. Untuk mendukung peningkatan kualitas layanan tersebut, Siloam Hospitals Mampang menggelar Siloam Orthovolution 2026: Symposium & Live Surgery bertema Transforming Orthopaedic Care Through Innovation.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan bidang ortopedia melalui kolaborasi tenaga medis, transfer pengetahuan, serta pemanfaatan inovasi teknologi dalam penanganan gangguan tulang, sendi, dan sistem muskuloskeletal.
Acara tersebut menghadirkan 14 pembicara nasional dan internasional, lebih dari 200 dokter dan tenaga kesehatan, tiga sesi live surgery, serta testimoni pasien yang telah menjalani penanganan orthopaedi. Presiden Direktur Siloam International Hospitals, David Utama, mengatakan penyelenggaraan Orthovolution 2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas layanan orthopaedi melalui inovasi dan kolaborasi multidisiplin.
"Melalui Siloam Orthovolution 2026, kami ingin menghadirkan standar layanan orthopaedi yang semakin kuat melalui keunggulan klinis, inovasi teknologi, dan kolaborasi multidisiplin. Kami berharap inisiatif ini dapat memperkuat peran Siloam Hospitals Mampang sebagai pusat layanan orthopaedi yang modern, komprehensif, dan berorientasi pada hasil klinis terbaik bagi pasien," ujar David dikutip Senin (8/6).
Ratih Hadiwinoto mengatakan perkembangan layanan orthopaedi menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasien yang terus berkembang di bidang kesehatan muskuloskeletal.
"Kami ingin masyarakat semakin mengenal Siloam Hospitals Mampang sebagai rumah sakit premium dengan layanan orthopaedi yang kuat, lengkap, dan menyeluruh. Kehadiran dr. Peter Gifford dari Brisbane, Australia, bersama para pembicara nasional membuka ruang transfer knowledge yang berharga agar layanan kami terus berkembang sesuai kebutuhan pasien," kata Ratih.
Perkuat Layanan Orthopaedi Terintegrasi Dalam transformasinya, Siloam Hospitals Mampang mengembangkan layanan orthopaedi yang mencakup seluruh tahapan penanganan pasien, mulai dari diagnosis, terapi, tindakan medis, rehabilitasi, hingga pemulihan.
Layanan tersebut hasil kolaborasi dokter spesialis orthopaedi, rehabilitasi medik, radiologi, anestesi, fisioterapis, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya. Rumah sakit juga memperkuat fasilitas pendukung berupa layanan diagnostik, radiologi, sports performance center, kamar operasi modern, teknologi robotic-assisted surgery, navigasi bedah, prosedur minimal invasif, hingga terapi regeneratif seperti stem cell dan orthobiologics.
Pendiri Siloam Hospitals Mampang, Andri M. T. Lubis, menilai perkembangan teknologi orthopaedi perlu diterapkan secara tepat untuk meningkatkan keselamatan dan hasil klinis pasien. "Melalui Siloam Orthovolution 2026, kami ingin membangun ruang pembelajaran yang ilmiah dan aplikatif, agar inovasi dalam teknologi, teknik operasi, dan pemulihan pasien dapat diterapkan secara tepat," ujarnya.
Sementara itu, dari pihak Siloam Hospitals Mampang lainnya, Henry Suhendra, menegaskan bahwa penanganan orthopaedi tidak selalu berakhir pada tindakan operasi. "Teknologi penting untuk meningkatkan presisi dan keamanan tindakan, tetapi tujuan utama kami adalah membantu pasien kembali bergerak dan hidup lebih baik. Dalam banyak kondisi, terapi konservatif, rehabilitasi terarah, dan pemantauan berkelanjutan juga memiliki peran penting dalam perjalanan pemulihan pasien," kata Henry.
Fokus Kualitas Hidup
Fokus pada Pemulihan dan Kualitas Hidup Pasien Selain menampilkan perkembangan teknologi dan teknik penanganan orthopaedi, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya pemulihan pasien sebagai indikator keberhasilan layanan kesehatan. Salah satu pasien penggantian sendi lutut (Total Knee Replacement/TKR), Iskandar Abubakar, mengaku mendapatkan pendampingan menyeluruh selama proses pengobatan hingga masa pemulihan.
TKR Bukan Keputusan Mudah
"Bagi saya, keputusan untuk menjalani tindakan TKR bukan keputusan yang mudah. Ada rasa khawatir, tetapi sejak awal saya mendapatkan penjelasan yang jelas dan dukungan yang baik. Yang paling berarti bagi saya adalah merasa didampingi, bukan hanya saat tindakan, tetapi juga dalam proses untuk bisa kembali bergerak dan beraktivitas dengan lebih baik," ujarnya.