Siloam Hospitals Kebon Jeruk Resmi Gunakan Teknologi Bedah Robotik ROSA, Revolusi Operasi Lutut
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memperkenalkan Robotic Surgical Assistant (ROSA), sebuah teknologi bedah robotik canggih untuk operasi penggantian sendi lutut. Ini menjanjikan presisi tinggi dan pemulihan lebih cepat.
Siloam International Hospitals melalui Siloam Hospitals Kebon Jeruk baru-baru ini secara resmi memperkenalkan Robotic Surgical Assistant (ROSA). Teknologi bedah robotik mutakhir ini dirancang khusus untuk operasi penggantian sendi lutut, menandai langkah maju dalam layanan ortopedi di Indonesia.
Peresmian ini dilakukan di Jakarta pada 8 November, dengan tujuan utama untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi prosedur bedah lutut. Kehadiran ROSA diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik bagi pasien yang membutuhkan operasi penggantian sendi lutut.
Dr. Franky Hartono, Konsultan Bedah Ortopedi Hip and Knee yang memimpin tim ortopedi robotik di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, menjelaskan bahwa ROSA membantu dokter memetakan anatomi lutut pasien secara tiga dimensi. Teknologi ini kemudian memandu setiap langkah pembedahan dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.
Keunggulan Teknologi Bedah Robotik ROSA untuk Pasien
Teknologi bedah robotik ROSA menawarkan serangkaian keunggulan signifikan dalam operasi penggantian sendi lutut. Salah satu aspek krusial adalah kemampuannya untuk meminimalkan perbedaan antara perencanaan digital dan hasil operasi aktual. Dr. Franky Hartono menyatakan, “Perbedaan antara rencana pemotongan tulang yang dibuat secara digital dan hasil nyata operasi dengan bantuan ROSA sangat minimal yakni rata-rata kurang dari 1° dan 1 mm, yang menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi.”
Presisi tinggi ini memastikan posisi implan yang lebih tepat, yang berdampak langsung pada pengurangan nyeri pascaoperasi dan percepatan masa pemulihan pasien. Selain itu, penggunaan ROSA juga berpotensi menurunkan risiko operasi revisi di kemudian hari, serta memperpanjang daya tahan implan lutut yang dipasang.
Dr. Franky Hartono menambahkan bahwa teknologi ini memberikan kemampuan personalisasi yang luar biasa. “ROSA memberikan kami kemampuan untuk menyesuaikan setiap tindakan dengan anatomi unik setiap pasien. Hasilnya lebih akurat, stabil, dan memungkinkan pasien untuk kembali beraktivitas lebih cepat,” ujarnya.
Dengan menggabungkan analisis data real-time, perencanaan digital, dan bantuan robotik berpresisi tinggi, pasien kini dapat memperoleh hasil pembedahan yang lebih aman, efisien, dan personal. Hal ini sangat membantu pasien dengan nyeri lutut akibat osteoartritis untuk mendapatkan kembali kualitas hidup mereka.
Komitmen Siloam Hospitals dalam Inovasi Medis dan Akses Kesehatan
Investasi Siloam International Hospitals pada teknologi bedah robotik ROSA merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang mereka. Strategi ini bertujuan untuk memperkuat Center of Excellence di bidang ortopedi dan bedah minimal invasif. Langkah ini menunjukkan komitmen Siloam dalam menghadirkan inovasi medis terkini.
Inge Samadi, Executive Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk, menegaskan pentingnya investasi ini. “Investasi kami pada ROSA merupakan bentuk komitmen menghadirkan inovasi medis yang berdampak langsung pada pasien. Teknologi ini bukan sekadar alat, tetapi simbol dari transformasi layanan kesehatan menuju presisi dan efisiensi,” katanya.
Melalui investasi berkelanjutan pada teknologi medis mutakhir, Siloam berkomitmen untuk memperluas akses terhadap layanan kesehatan berstandar internasional. Selain itu, mereka juga berupaya berkontribusi pada kemandirian teknologi kesehatan nasional, memastikan masyarakat Indonesia mendapatkan perawatan terbaik.
Inge Samadi juga menyampaikan harapannya agar masyarakat mengetahui bahwa teknologi medis terbaik kini tersedia di dalam negeri. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa teknologi medis terbaik kini sudah tersedia di dalam negeri. Pasien tidak perlu lagi pergi ke luar negeri untuk mendapatkan operasi lutut dengan teknologi robotik berpresisi tinggi,” pungkasnya, menekankan ketersediaan layanan kelas dunia di Indonesia.
Sumber: AntaraNews