Kepala BKAD Purwakarta Ditemukan Bersimbah Darah, Polisi: Diduga Bunuh Diri
Ia ditemukan dengan luka tusuk dan memar pada Minggu (14/6) malam. Penyebab kematian korban masih misteri.
Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pemkab Purwakarta, Jawa Barat, Yogi Saleh (46), ditemukan tewas bersimbah darah. Ia ditemukan dengan luka tusuk dan memar pada Minggu (14/6) malam. Penyebab kematian korban masih misteri.
Namun, polisi sedang mendalami adanya dugaan korban sempat melakukan upaya bunuh diri. Hal itu terungkap setelah polisi menemukan adanya tiga buah tali dan ikat pinggang yang disambung tapi sudah terputus di atap rumah.
"Setelah dilakukan pengecekan di atap rumah terdapat buah tali dan ikat pinggang, tali kabel, dan tali kabel yang disambung dengan tali sumbu namun sudah terputus," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, melalui keterangan yang diterima pada Selasa (16/6).
Diduga, dengan menggunakan tali dan ikat pinggang itu, korban sempat berupaya untuk melakukan aksi bunuh diri. Namun, dikarenakan talinya putus, korban lalu diduga masuk ke dalam kamar dan melukai dirinya sendiri menggunakan sebilah pisau.
"Yang diduga dilakukan korban percobaan gantung diri namun dikarenakan talinya putus akhirnya korban masuk ke dalam kamar dengan cara melukai dirinya dengan menggunakan pisau dapur," ucap dia.
Tak Ada Barang Berharga Hilang
Dugaan itu semakin diperkuat karena tak ada barang berharga milik korban yang hilang. Meskipun demikian, perihal bunuh diri itu masih berupa dugaan. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban.
"Barang bukti yang diamankan ada pisau, HP milik korban, dompet korban berisi identitas dan sejumlah uang, dua tali yang sudah putus, hingga ikat pinggang," ujar dia.
"Bahwa sejak hari Kamis dan Jumat korban tidak masuk bekerja," lanjut dia.
Sebelumnya diberitakan, Yogi ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya yang berada di Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kabupaten Purwakarta, pada Minggu (14/6) malam.
Temuan bermula ketika istri korban, Widia (38), pulang ke rumah usai menghadiri wisuda kelulusan anaknya.
Ketika itu, didapati rumah dalam kondisi terkunci dari dalam dan korban tak merespons ketika dipanggil. Widia kemudian memutuskan masuk ke rumah melalui jendela yang ada di area dapur bagian belakang rumah.
Lalu, saat membuka pintu kamar, korban didapati sudah tergeletak meninggal dunia bersimbah darah di sudut kamar. Dari pemeriksaan yang dilakukan, ditemukan ada tiga luka tusuk pada leher, satu luka sobek pada bagian ulu hati, dan memar di sejumlah bagian tubuh korban.