Sesosok pria berusia 75 tahun ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di area pemakaman umum Kampung Tamelang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Sabtu pagi. Penemuan tragis ini segera dilaporkan kepada pihak berwajib untuk penanganan lebih lanjut.
Korban diketahui berinisial S, seorang buruh yang berdomisili di Kampung Tamelang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari. Ia ditemukan oleh seorang saksi dalam kondisi tergantung dengan seutas tali tambang putih yang terikat pada batang pohon mangga.
Dugaan awal mengarah pada depresi sebagai pemicu tindakan nekat ini, lantaran korban diketahui menderita sakit lambung menahun. Aparat kepolisian dari Polres Karawang telah menindaklanjuti temuan tersebut dengan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Advertisement
Advertisement
Kejadian memilukan ini pertama kali diketahui oleh saksi bernama Kindeung Nurhakim (40) pada Sabtu pagi. Saat itu, Nurhakim hendak menuju kebunnya dan melintas di lokasi kejadian, area pemakaman umum Kampung Tamelang.
Dirinya terkejut saat melihat sebuah drum plastik berwarna biru dan sesosok tubuh dalam posisi tergantung. Tubuh tersebut terikat dengan seutas tali tambang putih pada batang pohon mangga, mengindikasikan tindakan gantung diri Karawang.
Saksi kemudian segera memberitahukan kejadian tersebut kepada warga lain yang berada di sekitar lokasi. Informasi cepat ini juga diteruskan kepada pihak keluarga korban agar dapat segera mengambil tindakan.
Advertisement
Mendapat laporan, jajaran kepolisian dari Polres Karawang bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Karawang langsung bergerak cepat. Mereka mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti-bukti awal.
Advertisement
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban diketahui berinisial S, berusia 75 tahun. Ia adalah seorang buruh yang beralamat di Kampung Tamelang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari, Karawang.
Kepala Seksi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, menjelaskan bahwa identitas korban telah dikonfirmasi. "Setelah menerima laporan, petugas langsung ke lapangan, melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan awal," ujarnya.
Dari keterangan pihak keluarga, terungkap bahwa korban S diketahui telah lama menderita depresi. Kondisi psikologis ini diduga kuat dipicu oleh sakit lambung menahun yang dideritanya, yang mungkin telah menyebabkan penderitaan berkepanjangan.
Advertisement
Pihak keluarga menyatakan bahwa mereka telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka juga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban, dengan membuat surat pernyataan resmi.
Advertisement
Polres Karawang menunjukkan respons cepat dalam menindaklanjuti laporan penemuan korban gantung diri Karawang ini. Serangkaian langkah kepolisian telah diambil untuk memastikan proses investigasi berjalan sesuai prosedur.
Ipda Cep Wildan merinci langkah-langkah yang dilakukan. "Polisi telah melakukan langkah-langkah kepolisian mulai dari menerima laporan, mengamankan TKP (tempat kejadian perkara), memeriksa saksi-saksi, hingga berkoordinasi dengan Tim Inafis untuk pemeriksaan forensik di lapangan," katanya.
Setelah seluruh proses olah tempat kejadian perkara selesai dilaksanakan oleh tim kepolisian, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka di Kampung Tamelang untuk segera dimakamkan.
Advertisement
Keputusan keluarga untuk menolak autopsi dihormati oleh pihak kepolisian setelah surat pernyataan resmi ditandatangani. Hal ini menunjukkan bahwa keluarga telah menerima musibah ini dan tidak menginginkan tindakan lebih lanjut.
Sumber: AntaraNews