Ribuan penduduk di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terpaksa mengungsi dari rumah mereka menyusul serangkaian bencana alam yang melanda wilayah tersebut. Sekitar 2.500 warga kini berada di lokasi pengungsian setelah curah hujan ekstrem memicu banjir bandang, tanah longsor, dan luapan sungai. Peristiwa ini terjadi setelah curah hujan tinggi berlangsung semenjak sepekan terakhir, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan ancaman keselamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam bergerak cepat untuk mengevakuasi warga yang terdampak. Proses evakuasi dilakukan dengan berbagai cara, termasuk penggunaan perahu, untuk menjangkau lokasi-lokasi terisolir. Upaya ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Basarnas Padang dan Lantamal II Padang, demi memastikan keselamatan para pengungsi.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, mengonfirmasi jumlah pengungsi dan upaya penanganan yang sedang berjalan. "Ada 2.500 warga yang mengungsi ke lokasi pengungsian yang telah disediakan," ujarnya di Lubuk Basung. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan fasilitas dan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban bencana.
Advertisement
Advertisement
Ribuan warga yang mengungsi tersebar di beberapa kecamatan yang terdampak paling parah oleh bencana alam ini. Di Kecamatan Ampek Koto, sekitar 600 orang harus meninggalkan rumah mereka akibat luapan sejumlah sungai yang deras. Kondisi ini memaksa mereka mencari tempat aman sementara.
Di wilayah Kelurahan Dalam, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, sekitar 100 warga mengungsi karena akses jalan terputus total. Mereka kini menempati Kantor Wali Nagari Pasia Laweh yang dijadikan posko pengungsian. Fasilitas ini menjadi tempat berlindung sementara bagi para korban bencana.
Bencana banjir bandang juga melanda Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, menyebabkan ratusan warga mengungsi. Demikian pula di Anak Aia Kasiang, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, ratusan orang mengungsi ke balairong kantor wali nagari setelah pemukiman mereka terendam banjir. Situasi serupa terjadi di Malalak Timur dan Labuhan, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, di mana ratusan warga mengungsi ke halaman kantor camat akibat banjir.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Kabupaten Agam dan pemerintah nagari setempat telah mengambil langkah sigap untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Salah satu prioritas utama adalah penyediaan makanan bagi seluruh warga yang terdampak. Mereka memastikan tidak ada pengungsi yang kelaparan selama berada di tempat penampungan.
Untuk mendukung kebutuhan pangan, sebanyak 26 dapur umum telah didirikan dan tersebar di berbagai titik di Kabupaten Agam. Dapur umum ini beroperasi penuh untuk menyediakan makanan siap saji bagi ribuan pengungsi. "Kebutuhan makan seluruh pengungsi bakal disediakan oleh dapur umum yang telah didirikan," kata Rahmat Lasmono, menegaskan komitmen pemerintah.
Selain makanan, tim gabungan juga berupaya memastikan ketersediaan kebutuhan dasar lainnya seperti air bersih dan fasilitas sanitasi. Upaya koordinasi terus dilakukan antara BPBD, pemerintah nagari, dan relawan untuk memberikan bantuan terbaik kepada warga yang mengungsi. Kondisi di pengungsian terus dipantau untuk memastikan kenyamanan dan keamanan.
Advertisement
Advertisement
Selain memaksa ribuan warga mengungsi, bencana banjir bandang dan tanah longsor di Agam juga menimbulkan dampak korban jiwa yang signifikan. Data terbaru menunjukkan bahwa bencana ini telah mengakibatkan 86 korban jiwa yang ditemukan. Angka ini mencerminkan betapa dahsyatnya dampak bencana alam yang terjadi.
Tidak hanya itu, sebanyak 88 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan hingga saat ini. Tim pencarian dan penyelamatan terus bekerja keras di lapangan untuk mencari para korban yang belum ditemukan. Harapan untuk menemukan korban selamat masih terus ada meskipun kondisi di lapangan cukup menantang.
Korban jiwa tersebar di beberapa kecamatan, dengan jumlah terbanyak di Palembayan mencapai 74 orang. Kecamatan Malalak mencatat 10 korban jiwa, Tanjung Raya dua orang, dan Matur satu orang. Data ini menunjukkan skala kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan oleh bencana alam di Kabupaten Agam, membutuhkan perhatian dan bantuan berkelanjutan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews