Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, telah menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah kabupaten. Bantuan ini merupakan hasil donasi mandiri dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Serang. Inisiatif ini adalah tindak lanjut dari instruksi Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, sebagai bentuk respons cepat tanggap darurat terhadap bencana alam yang terjadi.
Asisten Daerah (Asda) III Kabupaten Serang, Ida Nuraida, menyatakan bahwa penyaluran bantuan ini murni berasal dari sumbangan sukarela ASN. Hal ini menunjukkan kepedulian spontan dari para pegawai pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat. Distribusi bantuan dilakukan secara merata ke berbagai wilayah yang terdampak banjir.
Para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dibagi menjadi tiga tim untuk memastikan bantuan sampai kepada yang membutuhkan. Tim 3, yang dikoordinir oleh Asda III, fokus menyasar wilayah Kecamatan Kibin dan Kecamatan Cikande. Upaya ini dilakukan untuk menjangkau seluruh korban banjir secepat mungkin.
Advertisement
Advertisement
Penyaluran bantuan sembako kepada korban banjir di Kabupaten Serang merupakan wujud nyata kepedulian dari para ASN. Asda III Kabupaten Serang, Ida Nuraida, menegaskan bahwa bantuan ini berasal dari sumbangan sukarela ASN di lingkup OPD Pemkab Serang. Ini adalah respons cepat terhadap situasi darurat yang dialami masyarakat.
Dalam proses pendistribusian, tim gabungan yang terdiri dari berbagai OPD bekerja sama secara efektif. Tim 3, misalnya, menyambangi Perumahan Bumi Ketos Regency di Desa Ketos, Kecamatan Kibin, yang masih terendam banjir setinggi lutut orang dewasa. Kondisi ini menunjukkan parahnya dampak banjir di beberapa lokasi.
Selain menyalurkan logistik, tim juga aktif mendata aspirasi warga di lapangan. Salah satu kebutuhan mendesak yang teridentifikasi adalah bahan bakar solar sebanyak 1.000 liter per hari untuk operasional mesin pompa penyedot air. Data ini penting untuk perencanaan bantuan lebih lanjut.
Advertisement
Advertisement
Terkait bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemkab Serang saat ini sedang melakukan asesmen menyeluruh. Asesmen ini bertujuan untuk mendata secara akurat jumlah jiwa dan luas wilayah yang terdampak banjir. Proses ini krusial untuk memastikan bantuan disalurkan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan.
Setelah asesmen selesai, instansi teknis seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial akan menyalurkan bantuan lanjutan. Bantuan ini akan disesuaikan dengan data riil di lapangan, memastikan efektivitas penanganan bencana. Koordinasi antar instansi menjadi kunci dalam fase ini.
Tim gabungan tidak hanya berhenti di Kibin dan Cikande, tetapi juga melanjutkan distribusi logistik ke Kecamatan Kopo dan Kecamatan Tunjung Teja. Tim ini melibatkan Inspektorat, BPKAD, Bapenda, Diskominfo, dan unsur lainnya, menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam penanganan bencana. Upaya ini mencerminkan komitmen Pemkab Serang dalam membantu warganya.
Advertisement
Advertisement
Banjir yang melanda Kabupaten Serang diidentifikasi sebagai bencana hidrometeorologi. Menurut Ida Nuraida, penyebab utamanya adalah curah hujan tinggi yang ekstrem. Selain itu, berkurangnya daerah resapan air akibat bertambahnya pemukiman penduduk juga turut memperparah kondisi. Kombinasi faktor ini meningkatkan risiko terjadinya banjir.
Dampak banjir di Kabupaten Serang sangat luas, mencakup 41 desa di 18 kecamatan. Data dari BPBD Kabupaten Serang menunjukkan bahwa sebanyak 5.612 rumah terendam banjir, serta 11 fasilitas umum dan akses jalan turut tergenang. Kerugian infrastruktur ini menghambat aktivitas sehari-hari masyarakat.
Secara total, ada 21.304 jiwa yang terdampak banjir, dengan rincian yang memprihatinkan. Angka tersebut meliputi 526 lansia, 1.379 balita, 793 anak-anak, delapan ibu hamil, dan 32 ibu menyusui. Data ini menyoroti kerentanan kelompok-kelompok tertentu terhadap bencana dan pentingnya bantuan yang terarah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews