Dua Desa di Parigi Moutong Terendam Banjir, BPBD Sulteng Lakukan Penanganan Darurat
BPBD Sulawesi Tengah melaporkan dua desa di Kecamatan Moutong, Parigi Moutong, terendam banjir setelah hujan deras. Penanganan darurat tengah dilakukan untuk mengatasi dampak **banjir Parigi Moutong**.
Dua desa di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dilaporkan terendam banjir pada Minggu (10/5). Kejadian ini terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam kurun waktu yang cukup lama. Akibatnya, sungai di Desa Salepae meluap dan menggenangi area permukiman warga serta akses jalan utama.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah telah menerima laporan terkait insiden ini. Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulteng, Asbudianto, mengonfirmasi bahwa banjir telah merendam permukiman dan akses jalan di Desa Salepae serta Dusun I Desa Moutong Utara. Pihak berwenang segera bergerak untuk melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat bencana alam ini, namun jumlah warga yang mengungsi masih dalam proses pendataan. BPBD bersama tim terkait terus memantau situasi dan berkoordinasi untuk memastikan keselamatan serta penanganan terbaik bagi masyarakat.
Dampak dan Kerugian Akibat Banjir Parigi Moutong
Berdasarkan laporan awal dari BPBD Sulawesi Tengah, dampak **banjir Parigi Moutong** cukup signifikan di beberapa titik. Di Desa Salepae, setidaknya tiga titik tanggul dilaporkan jebol, menyebabkan air meluap dan menggenangi jalan desa. Kondisi ini menghambat mobilitas warga dan berpotensi memperluas area genangan.
Sementara itu, di Desa Moutong Utara, khususnya Dusun I, sebanyak tujuh kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak langsung oleh bencana ini. Lima rumah warga di desa tersebut juga terendam air, menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit. BPBD masih terus melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian dan jumlah pasti warga yang membutuhkan bantuan.
Meskipun dampak material cukup terasa, Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulteng, Asbudianto, menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hal ini menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan bencana. Data mengenai jumlah pengungsi masih dalam tahap pengumpulan untuk memastikan semua warga terdampak mendapatkan perhatian yang layak.
Kebutuhan mendesak yang teridentifikasi di Desa Salepae adalah perbaikan tanggul yang jebol. Perbaikan ini krusial untuk mencegah meluasnya dampak banjir ke area lain dan melindungi permukiman serta perkebunan warga dari genangan lebih lanjut. Upaya perbaikan tanggul diharapkan dapat segera dilakukan setelah situasi memungkinkan.
Respons Cepat dan Penanganan Darurat Bencana Banjir
Menanggapi laporan **banjir Parigi Moutong**, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah segera mengambil langkah cepat. Bersama dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong, mereka telah melakukan asesmen menyeluruh di lokasi terdampak. Koordinasi intensif juga dilakukan untuk merumuskan strategi penanganan darurat yang paling efektif.
Pemerintah daerah tidak tinggal diam dalam menghadapi bencana ini. BPBD Kabupaten Parigi Moutong, bekerja sama dengan aparat desa setempat, telah menurunkan alat berat ke lokasi. Penggunaan alat berat ini bertujuan untuk mempercepat proses penanganan banjir, seperti membersihkan material yang menghambat aliran air atau membantu perbaikan infrastruktur yang rusak.
Meskipun hujan dilaporkan mulai reda pada Minggu malam, genangan air masih terlihat di permukiman dan area perkebunan warga. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak banjir masih terasa dan memerlukan penanganan berkelanjutan. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan ketinggian air berangsur surut dan kondisi kembali normal.
Upaya kolaboratif antara BPBD Provinsi, BPBD Kabupaten, dan aparat desa menjadi kunci dalam mitigasi bencana ini. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga, mendata kerugian, dan segera melakukan perbaikan infrastruktur vital seperti tanggul. Diharapkan, dengan sinergi ini, dampak banjir dapat diminimalisir secara efektif.
Sumber: AntaraNews