Korban Banjir Parigi Moutong Kembali ke Rumah, BPBD Pastikan Penanganan Berlanjut

Warga terdampak banjir di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing setelah air surut. BPBD setempat terus melakukan penanganan pascabanjir.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Korban Banjir Parigi Moutong Kembali ke Rumah, BPBD Pastikan Penanganan Berlanjut
Warga terdampak banjir di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing setelah air surut. BPBD setempat terus melakukan penanganan pascabanjir. (AntaraNews)

Ratusan warga terdampak banjir di Kecamatan Moutong dan Taopa, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dilaporkan telah kembali ke kediaman masing-masing. Situasi ini terjadi setelah ketinggian air berangsur surut pascabanjir yang melanda wilayah tersebut pada Jumat (3/4) sore.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong memastikan bahwa para pengungsi telah kembali ke rumah mereka pada hari kedua setelah bencana. Sebagian warga memilih tetap bertahan di rumah, sementara yang lain sempat mengungsi ke rumah kerabat terdekat untuk mencari tempat yang lebih aman.

Banjir di Parigi Moutong ini dipicu oleh curah hujan lebat berintensitas tinggi yang mengguyur daerah tersebut selama beberapa jam. Akibatnya, beberapa sungai di wilayah Moutong dan Taopa meluap secara cepat, menyebabkan genangan di tujuh desa dan menimbulkan kerugian signifikan.

Banjir yang melanda Parigi Moutong pada Jumat sore berdampak signifikan terhadap beberapa desa di dua kecamatan. Total tujuh desa tercatat mengalami genangan air dan kerusakan infrastruktur yang cukup bervariasi.

Desa-desa yang terdampak di Kecamatan Moutong meliputi Gio Barat, Moutong Utara, Pande, dan Pandelalap. Sementara itu, di Kecamatan Taopa, desa Paria, Tompo, dan Sibatang juga tidak luput dari dampak banjir, menunjukkan cakupan bencana yang luas.

Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, menjelaskan bahwa sekitar 227 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Moutong terdampak, serta 7 KK di Kecamatan Taopa. Data ini juga mencakup 25 balita dan 15 lansia yang turut menjadi korban, memerlukan perhatian khusus dalam penanganan.

Selain rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan pada infrastruktur vital dan lahan pertanian. Satu rumah di Desa Gio Barat dilaporkan mengalami rusak ringan, sementara di Desa Pandelalap, enam titik tanggul jebol dan satu jembatan rusak, menghambat akses dan mobilitas warga.

Sektor pertanian di Parigi Moutong juga mengalami kerugian cukup besar akibat terjangan banjir, memberikan pukulan telak bagi mata pencarian penduduk. Di Desa Pandelalap, tiga hektare kebun sawit, satu hektare kebun jagung dan cabai, serta lima hektare kebun kelapa terdampak, mengancam hasil panen.

Situasi lebih parah terjadi di Desa Pande, di mana sekitar 15 hektare kebun kakao, lima hektare kebun kelapa, dan 10 hektare kebun jagung dilaporkan rusak total. Kerugian material ini tentu sangat memukul perekonomian warga setempat yang mayoritas bergantung pada hasil perkebunan.

Hingga saat ini, beberapa wilayah masih tergenang air, dan upaya pembersihan terus dilakukan oleh berbagai pihak yang bergotong royong. Relawan aktif membantu warga setempat membersihkan sisa-sisa material lumpur dan sampah yang terbawa arus banjir, mempercepat proses pemulihan.

Tim reaksi cepat (TRC) BPBD Parigi Moutong, relawan TRC Moutong, TRC Taopa, personel Polri, pemerintah desa, dan warga setempat bersinergi dalam penanganan pascabanjir ini. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan komitmen kuat untuk memulihkan kondisi wilayah terdampak dan membantu masyarakat kembali beraktivitas normal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi