Banjir Donggala Rendam Empat Desa di Tanantovea, Jembatan Penghubung Putus
Banjir Donggala menerjang empat desa di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Minggu (11/1), menyebabkan jembatan putus dan rumah warga terdampak. BPBD segera turun tangan dalam penanganan bencana ini.
Empat desa di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, dilaporkan terendam banjir pada Minggu (11/1) siang. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.35 Wita setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak pagi hari, memicu meluapnya air sungai secara signifikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah telah mengonfirmasi kejadian ini dan segera melakukan penanganan awal di lokasi terdampak.
Hujan intensitas tinggi yang berlangsung selama berjam-jam menjadi pemicu utama meluapnya debit air sungai, yang kemudian merusak pondasi dudukan jembatan serta sejumlah rumah warga. Kondisi ini menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit bagi masyarakat setempat. Warga terdampak kini menghadapi tantangan berat akibat bencana alam ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, menyatakan bahwa tim gabungan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat. Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Donggala turut serta dalam upaya penanganan. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan mendata seluruh dampak kerusakan akibat banjir Donggala.
Dampak Kerusakan dan Upaya Penanganan Banjir Donggala
Banjir Donggala telah menimbulkan kerusakan signifikan di beberapa desa. Data sementara menunjukkan bahwa tiga unit rumah hanyut terbawa arus di Desa Wani 1, sementara satu unit rumah di Desa Wani 3 juga terdampak parah. Selain itu, akses vital masyarakat terganggu akibat terputusnya satu jembatan penghubung antara Desa Wani 3 dan Desa Labuan Kungguma, yang kini tidak dapat dilalui kendaraan bermotor.
Asbudianto menambahkan, proses pendataan dampak di Desa Wani 2 dan Wani Lumbumpetigo masih terus berlangsung. Banyak warga di wilayah terdampak memilih untuk mengungsi secara mandiri ke rumah-rumah kerabat mereka yang lebih aman. Situasi terkini menunjukkan bahwa air di lokasi bencana belum sepenuhnya surut, memperparah kondisi akses jalan yang terputus.
Kondisi jembatan yang terputus menjadi prioritas utama karena menghambat mobilitas dan distribusi bantuan. Pemerintah daerah berupaya keras untuk segera mencari solusi. Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah logistik penanggulangan bencana serta pembangunan jembatan darurat untuk memulihkan konektivitas antar desa.
Respons Cepat Pemerintah Daerah dan Kebutuhan Mendesak
Menanggapi bencana banjir Donggala ini, Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, memastikan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Sulawesi Tengah. Koordinasi ini bertujuan untuk mempercepat perbaikan jembatan yang putus di Desa Wani 3, mengingat pentingnya infrastruktur tersebut bagi aktivitas sehari-hari masyarakat. Pemerintah berkomitmen untuk mengembalikan kondisi seperti semula secepat mungkin.
Tim BPBD Kabupaten Donggala telah berada di lapangan untuk berkoordinasi langsung dengan masyarakat dan pihak terkait dalam upaya membuat jembatan darurat di wilayah Wani 3. Selain itu, penanganan di sejumlah titik terdampak juga dilakukan dengan menurunkan alat berat. Langkah-langkah ini diambil untuk membersihkan material sisa banjir dan membuka kembali akses jalan yang terhambat.
Upaya penanganan bencana banjir ini memerlukan sinergi dari berbagai pihak. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi dan mengidentifikasi kebutuhan mendesak lainnya. Prioritas utama adalah memastikan bantuan logistik dan fasilitas darurat dapat segera menjangkau seluruh warga yang membutuhkan agar dampak banjir dapat diminimalisir.
Sumber: AntaraNews