Polres Donggala Rampungkan Jembatan Darurat, Akses Labuan Kungguma Kembali Normal
Polres Donggala bersama lintas sektor berhasil menyelesaikan pembangunan Jembatan Darurat Donggala di Labuan Kungguma, memulihkan akses vital pascabanjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.
Kepolisian Resor (Polres) Donggala, Sulawesi Tengah, bersama seluruh lintas sektor terkait telah merampungkan pembangunan jembatan darurat di Desa Labuan Kungguma. Jembatan ini menjadi penghubung krusial antara Desa Labuan Kungguma, Kecamatan Labuan, dengan Desa Wani III, Kecamatan Tanantovea. Selesainya pembangunan ini menandai normalisasi kembali akses masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Pembangunan jembatan darurat ini merupakan solusi sementara yang sangat dibutuhkan pascarusaknya akses jalan utama. Bencana banjir bandang dan tanah longsor sebelumnya telah memutus jalur penghubung di Kabupaten Donggala. Kasi Humas Polres Donggala, Iptu Andhi Mardjianto, mengonfirmasi selesainya proyek penting ini pada Minggu.
Jembatan yang dibangun secara manual ini menggunakan batang kayu kelapa sebagai penopang utama. Kini, jembatan tersebut sudah dapat dilalui oleh warga yang menggunakan kendaraan roda dua serta pejalan kaki. Pemulihan akses ini diharapkan dapat mengembalikan aktivitas masyarakat seperti sedia kala.
Solusi Cepat Pemulihan Akses Warga Donggala
Pembangunan jembatan darurat di Labuan Kungguma ini menjadi respons cepat atas terputusnya akses vital akibat bencana alam. Tujuan utamanya adalah untuk memulihkan aktivitas masyarakat agar kembali berjalan normal. Ini mencakup mobilitas warga, distribusi logistik, serta akses terhadap berbagai pelayanan publik.
Kasi Humas Polres Donggala, Iptu Andhi Mardjianto, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari operasi kemanusiaan. Pihaknya berupaya keras agar masyarakat tidak terisolasi terlalu lama. Kehadiran jembatan ini sangat penting untuk menunjang kehidupan sehari-hari warga di Labuan Kungguma dan sekitarnya.
Dengan selesainya Jembatan Darurat Donggala ini, diharapkan roda perekonomian lokal dapat bergerak kembali. Selain itu, aksesibilitas untuk kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan juga akan membaik. Ini menunjukkan komitmen kuat dari berbagai pihak dalam membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah.
Sinergi Lintas Sektor dalam Penanganan Bencana
Proses pembangunan jembatan darurat ini melibatkan sinergi luar biasa dari berbagai instansi dan elemen masyarakat. Sebanyak 92 personel Polres Donggala dikerahkan dalam operasi kemanusiaan ini. Mereka bekerja sama dengan 102 personel Satuan Brigade Mobil (Sat Brimob) Polda Sulawesi Tengah.
Selain itu, 30 personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) turut berpartisipasi aktif. Bantuan juga datang dari 25 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Donggala. Tim kesehatan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Sulawesi Tengah juga hadir untuk memberikan pelayanan medis kepada warga terdampak.
Kolaborasi ini menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi dalam menghadapi dampak bencana. Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama. Hal ini mempercepat proses pemulihan dan memastikan bantuan tersalurkan secara efektif kepada mereka yang membutuhkan.
Dampak Bencana Banjir dan Longsor di Donggala
Berdasarkan data yang dihimpun oleh BPBD Sulawesi Tengah, bencana banjir bandang dan tanah longsor telah berdampak pada 26 desa di Kabupaten Donggala. Bencana ini melanda enam kecamatan berbeda. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Tanantovea, Labuan, Sindue, Banawa, Banawa Tengah, dan Rio Pakava.
Total warga yang terdampak langsung oleh bencana ini tersebar di wilayah Tanantovea, Labuan, dan Banawa Tengah. Tercatat ada 205 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 625 jiwa. Mereka semua mengalami kerugian akibat terjangan banjir dan tanah longsor yang terjadi.
Kerusakan infrastruktur juga cukup signifikan, termasuk rumah yang hanyut, tergenang, atau rusak, serta jembatan dan fasilitas umum lainnya. Upaya pemulihan terus dilakukan secara bertahap. Fokus utama adalah mengembalikan kondisi wilayah terdampak agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Sumber: AntaraNews