Kodam I/BB Rampungkan Pembangunan Jembatan Bailey Langkat, Akses Antardesa Pulih
Satgas Kodam I/BB rampungkan Jembatan Bailey Langkat sepanjang 30 meter, pulihkan konektivitas antardesa di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Akses vital warga kembali normal.
Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan telah menyelesaikan pembangunan jembatan bailey di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Jembatan ini kini siap menghubungkan kembali akses transportasi antardesa yang sempat terganggu pasca-bencana alam. Penyelesaian proyek strategis ini menjadi bukti komitmen TNI dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak.
Jembatan bailey yang baru rampung ini secara spesifik menghubungkan Desa Besilam Bukit Lembasa di Kecamatan Wampu dengan Desa Banjaran Raya di Kecamatan Padang Tualang. Akses ini sangat krusial untuk mobilitas warga dan distribusi logistik di kedua wilayah tersebut. Pembangunan ini diharapkan dapat mempercepat roda perekonomian masyarakat setempat.
Menurut Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, proyek ini merupakan bagian dari upaya nyata TNI membantu masyarakat. Kegiatan pembangunan dilaksanakan secara intensif setiap hari, melibatkan berbagai elemen pasukan zeni TNI. Hal ini menunjukkan keseriusan dalam memastikan konektivitas wilayah kembali normal.
Peran Strategis Kodam I/BB dalam Pemulihan Akses
Pembangunan Jembatan Bailey Langkat ini menunjukkan peran aktif Kodam I/Bukit Barisan melalui Satgas Gulbencal dalam penanganan pasca-bencana. TNI hadir memberikan dukungan konkret untuk memastikan infrastruktur penting kembali berfungsi. Kehadiran jembatan ini sangat vital bagi kelancaran aktivitas harian warga.
Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap menegaskan bahwa pembangunan ini adalah wujud komitmen TNI dalam mempercepat pemulihan akses transportasi. Pemulihan ini berdampak langsung pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Langkat. Jembatan bailey menjadi solusi cepat dan efektif untuk kondisi darurat.
Proses pembangunan melibatkan kolaborasi personel dari Yonzipur 1/DD, Yonzikon 14/SWS, dan Yonzipur 11/DW. Dukungan juga datang dari Babinsa Koramil 07/Stabat Kodim 0203/Langkat, menunjukkan sinergi antarunit TNI. Kerja sama ini memastikan proyek berjalan lancar dan sesuai target yang ditetapkan.
Spesifikasi dan Proses Pembangunan Jembatan Bailey
Untuk mendukung kelancaran pekerjaan Jembatan Bailey Langkat, Satgas Gulbencal Kodam I/BB mengerahkan berbagai material dan kendaraan berat. Alat-alat seperti dump truck, kendaraan dinas, crane, yap crane, dan long kargo digunakan secara optimal. Material Jembatan Bailey tipe 2-1 juga didatangkan untuk konstruksi.
Jembatan yang berhasil dibangun memiliki panjang 30 meter dan lebar 3,65 meter, dirancang untuk menopang mobilitas kendaraan dan pejalan kaki. Konstruksi ini dilengkapi dengan papan lantai dan balok pengapit yang kokoh. Pengecatan rangka jembatan dengan warna merah putih memberikan sentuhan nasionalisme.
Tahap akhir pembangunan difokuskan pada pemasangan balok pengapit dan plat papan lantai, memastikan kekuatan dan keamanan struktur. Dilanjutkan dengan pengecatan panel kanan dan kiri jembatan serta pengelasan lantai plat untuk penyempurnaan. Seluruh tahapan ini dilakukan dengan standar tinggi untuk menjamin kualitas jembatan.
Pada Kamis (22/1), pembangunan Jembatan Bailey Langkat dinyatakan selesai 100 persen dan siap digunakan. Jembatan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas serta aktivitas masyarakat di wilayah perbatasan kedua desa. Dengan demikian, roda perekonomian dapat pulih secara bertahap dan kehidupan warga kembali normal.
Sumber: AntaraNews