Arkom Indonesia Luncurkan Buku “Pilah, Pilih, Pulih”: Dokumentasi Pemulihan Pascabencana Palu dan Donggala
Yayasan Arkom Indonesia merilis buku “Pilah, Pilih, Pulih” yang mendokumentasikan perjalanan pemulihan berbasis komunitas pascabencana di Palu dan Donggala, menawarkan pembelajaran berharga bagi wilayah lain.
Yayasan Arkom Indonesia secara resmi meluncurkan buku berjudul “Pilah, Pilih, Pulih” di Palu pada Jumat (6/3). Peluncuran ini menjadi sebuah rekaman perjalanan panjang pemulihan berbasis komunitas di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, pascabencana 2018.
Direktur Yayasan Arkom Indonesia, Yuli Kusworo, menekankan bahwa proses pemulihan bukanlah hal yang singkat dan membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. Buku ini diharapkan menjadi media untuk berbagi pembelajaran, agar pengalaman berharga di Palu dapat menjadi referensi bagi wilayah lain yang menghadapi situasi serupa.
Momentum peluncuran buku ini bertepatan sehari sebelum pengoperasian penerbangan perdana Indonesia AirAsia rute Surabaya–Makassar–Palu pada 7 Maret 2026. Hal ini menjadi pengingat akan pentingnya konektivitas dan solidaritas yang berjalan beriringan dalam mendukung ketahanan masyarakat setelah bencana.
Perjalanan Pemulihan Berbasis Komunitas
Buku “Pilah, Pilih, Pulih” mengisahkan upaya Arkom Indonesia dalam mendampingi masyarakat Palu dan Donggala untuk bangkit kembali. Melalui kolaborasi erat dengan AirAsia Foundation, program ini berhasil membangun 95 unit hunian tahan gempa bagi 95 keluarga penyintas di wilayah terdampak.
Selain pembangunan fisik, program ini juga fokus pada pendampingan empat desa dan kelurahan, yaitu Kelurahan Mamboro Barat dan Mamboro di Kota Palu, serta Desa Tanjung Padang dan Desa Tompe di Kabupaten Donggala. Pendampingan ini bertujuan untuk menyusun perencanaan berbasis risiko bencana yang kemudian disahkan oleh pemerintah daerah setempat.
Tidak hanya hunian, fasilitas komunitas seperti ruang bersama dan pusat kegiatan warga turut dibangun untuk mendukung pemulihan sosial masyarakat. Inisiatif ini menunjukkan pendekatan holistik dalam membangun kembali kehidupan pascabencana, tidak hanya dari segi fisik tetapi juga sosial dan kelembagaan.
Kolaborasi dan Dampak Program
Upaya pemulihan ini berawal dari kampanye solidaritas regional bertajuk #ToIndonesiaWithLove yang digagas oleh AirAsia Foundation setelah bencana besar melanda Palu dan Lombok pada tahun 2018. Kampanye ini berhasil menghimpun dana sebesar Rp13 miliar dari berbagai donasi, termasuk kontribusi dari AirAsia.
Dana tersebut kemudian disalurkan kepada Yayasan Arkom Indonesia, sebuah jaringan arsitek komunitas yang berdedikasi mendorong solusi hunian inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana. Kolaborasi ini menunjukkan kekuatan sinergi antara organisasi nirlaba dan sektor swasta dalam penanggulangan bencana.
Model relokasi mandiri berbasis komunitas yang diterapkan dalam program ini bahkan direplikasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai salah satu pendekatan dalam program pemulihan nasional pada saat itu. Ini menegaskan keberhasilan dan efektivitas pendekatan Arkom Indonesia.
Makna Buku dan Konektivitas
Director Flight Operations of Indonesia AirAsia, Kapten Ahmad Maulana Hendarto, menjelaskan bahwa buku “Pilah, Pilih, Pulih” merekam perjalanan panjang para penyintas dalam membangun kembali kehidupan mereka. Kisah yang disajikan tidak hanya berbicara tentang pembangunan infrastruktur, tetapi juga proses belajar bersama dan penguatan kapasitas warga.
Buku ini juga menyoroti upaya merawat harapan setelah bencana, yang merupakan aspek krusial dalam pemulihan psikologis dan sosial masyarakat. Peluncuran buku ini di Palu, bertepatan dengan momen penting penerbangan AirAsia, menjadi simbol bahwa konektivitas dan solidaritas adalah kunci ketahanan masyarakat.
Kisah-kisah dalam buku ini diharapkan dapat menginspirasi dan memberikan wawasan baru tentang pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam penanganan pascabencana. Ini sekaligus menggarisbawahi bahwa pemulihan adalah proses berkelanjutan yang melibatkan banyak pihak.
Sumber: AntaraNews