BPBD: Fasilitas Umum di Sojol Donggala Rusak Diterjang Banjir dan Longsor
Banjir dan tanah longsor parah melanda Kecamatan Sojol, Donggala, menyebabkan kerusakan fasum Sojol Donggala signifikan pada infrastruktur vital dan lahan pertanian, serta memicu pengungsian warga.
Bencana banjir dan tanah longsor hebat menerjang wilayah Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (29/11) sekitar pukul 17.00 Wita. Kejadian ini dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi, menyebabkan kerusakan luas di beberapa desa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah melaporkan bahwa sejumlah fasilitas umum di daerah tersebut mengalami kerusakan parah. Dampak bencana ini mencakup jalan utama, jembatan penghubung, hingga saluran irigasi yang vital bagi masyarakat.
Akibat insiden ini, empat desa terdampak langsung, yaitu Tonggolobibi, Siwalempu, Balukang, dan Bou. Selain kerusakan infrastruktur, bencana ini juga menyebabkan pengungsian warga serta kerusakan pada area pertanian yang menjadi mata pencarian utama penduduk setempat.
Infrastruktur Vital di Sojol Donggala Terganggu Akibat Bencana
Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus, menjelaskan bahwa bencana ini menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur. Salah satu dampak paling terasa adalah tertutupnya sebagian badan Jalan Trans Palu-Tolitoli sepanjang 50 meter oleh material longsor. Meski demikian, akses jalan poros Palu-Tolitoli kini sudah bisa dilalui kendaraan bermotor.
Selain jalan utama, jembatan gantung yang berfungsi sebagai penghubung Dusun 5, 7, dan 8 di Desa Tonggolobibi juga mengalami kerusakan parah. Kerusakan jembatan ini tentu saja menghambat mobilitas warga antar dusun, mempersulit akses dan distribusi bantuan.
Fasilitas penting lainnya yang terdampak adalah saluran air ke area persawahan dan tanggul sungai di Dusun 5, Desa Tonggolobibi yang jebol. Kerusakan ini mengancam pasokan air untuk pertanian, yang merupakan sektor penting bagi ekonomi lokal.
Tidak hanya itu, saluran pipa air bersih di Dusun 4, Desa Balukang juga mengalami kerusakan. Hal ini berpotensi menyebabkan krisis air bersih bagi warga, menambah daftar panjang dampak negatif dari bencana banjir dan tanah longsor di Sojol Donggala.
Dampak Banjir dan Longsor pada Warga serta Lahan Pertanian
Banjir dan tanah longsor di Sojol Donggala tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Akris Fattah Yunus menyebutkan bahwa terdapat 11 jiwa dari dua kepala keluarga (KK) di Dusun 4, Desa Balukang yang terpaksa mengungsi.
Meskipun demikian, warga Dusun 4, Desa Balukang telah mulai melakukan pembersihan di rumah mereka masing-masing. Ini menunjukkan semangat gotong royong dan upaya pemulihan mandiri dari masyarakat yang terdampak bencana.
Selain permukiman, wilayah pertanian di Desa Tonggolobibi juga terendam banjir. Kerusakan lahan pertanian ini tentu saja menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi petani dan dapat mengancam ketahanan pangan lokal.
Empat desa yang secara spesifik terdampak parah adalah Tonggolobibi, Siwalempu, Balukang, dan Bou. Penanganan pasca-bencana di wilayah-wilayah ini memerlukan perhatian serius dan koordinasi yang baik dari berbagai pihak.
Kebutuhan Mendesak untuk Penanganan Bencana di Donggala
Dalam menghadapi dampak banjir dan tanah longsor ini, BPBD Sulawesi Tengah telah mengidentifikasi beberapa kebutuhan mendesak. Prioritas utama adalah penyediaan alat berat untuk membersihkan material longsor dan memperbaiki infrastruktur yang rusak.
Alat berat sangat diperlukan untuk mempercepat proses normalisasi akses jalan dan perbaikan tanggul serta saluran air. Tanpa alat berat, upaya pemulihan akan berjalan lambat, menghambat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Selain alat berat, kebutuhan logistik juga menjadi prioritas penting. Logistik ini mencakup bantuan pangan, sandang, air bersih, serta kebutuhan dasar lainnya bagi para pengungsi dan warga terdampak.
Koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, dan lembaga terkait lainnya sangat krusial untuk memastikan bantuan dan penanganan bencana berjalan efektif. Upaya pemulihan kerusakan fasum Sojol Donggala ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar masyarakat dapat segera bangkit kembali.
Sumber: AntaraNews