Empat Dusun di Donggala Terendam Banjir Bandang, 71 KK Terdampak dan Jembatan Putus
Banjir Donggala menerjang empat dusun di Desa Tosale, Banawa Selatan, merendam 71 KK dan memutuskan jembatan. Bagaimana penanganan daruratnya?
Banjir bandang melanda empat dusun di Desa Tosale, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (14/9) sekitar pukul 16.00 Wita, menyebabkan genangan air yang signifikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah telah mengonfirmasi kejadian tersebut.
Akris Fattah Yunus, Kepala BPBD Sulteng, menjelaskan bahwa curah hujan yang sangat tinggi menjadi pemicu utama meluapnya sungai. Luapan air sungai kemudian dengan cepat merendam permukiman warga di Desa Tosale. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.
Sebanyak 71 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan terdampak langsung oleh bencana alam ini. Selain itu, banjir juga mengakibatkan kerusakan pada fasilitas umum, termasuk putusnya sebuah jembatan. Pihak berwenang kini tengah berupaya melakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut.
Dampak Kerusakan dan Jumlah Warga Terdampak
Data sementara dari BPBD Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa musibah banjir ini menyasar empat dusun di Desa Tosale. Dusun 1 mencatat enam Kepala Keluarga (KK) terdampak, sementara Dusun 2 menjadi yang paling parah dengan 40 KK.
Selain itu, Dusun 3 melaporkan lima KK yang terkena dampak banjir, dan Dusun 4 memiliki 20 KK yang rumahnya terendam. Total 71 KK kini harus menghadapi situasi sulit akibat genangan air. BPBD terus berkoordinasi untuk memastikan semua data akurat.
Tidak hanya merendam rumah warga, banjir bandang ini juga menyebabkan kerusakan infrastruktur vital. Salah satu fasilitas umum yang rusak parah adalah jembatan di Dusun Kangando yang dilaporkan putus total. Kerusakan ini tentu menghambat mobilitas dan aktivitas sehari-hari masyarakat.
"Tidak ada korban jiwa akibat banjir di Desa Tosale ini dan kebutuhan mendesak bagi masyarakat adalah perbaikan jembatan yang putus," ujar Akris Fattah Yunus. Pernyataan ini memberikan sedikit kelegaan di tengah kerugian material yang dialami warga.
Kondisi Terkini dan Upaya Penanganan Banjir Donggala
Setelah beberapa waktu, situasi di Desa Tosale dilaporkan mulai membaik. Hujan deras yang menjadi penyebab utama banjir kini sudah reda, dan genangan air secara perlahan mulai surut dari permukiman warga. Proses surutnya air ini membawa harapan bagi warga untuk segera membersihkan rumah mereka.
Banjir tidak hanya merendam rumah penduduk, tetapi juga meluap hingga ke ruas jalan trans. Jalan ini merupakan penghubung penting antara Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, dengan Provinsi Sulawesi Barat. Akibatnya, akses transportasi sempat terganggu secara signifikan.
BPBD Sulawesi Tengah saat ini masih aktif melakukan pendataan menyeluruh di lapangan. Mereka juga terus berkoordinasi erat dengan aparat desa setempat untuk mengidentifikasi jumlah pengungsi. Upaya ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan terdistribusi dengan baik.
Respons Cepat Pemerintah Kabupaten Donggala
Pemerintah Kabupaten Donggala bergerak cepat menanggapi dampak banjir, khususnya terkait jembatan yang putus. Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, telah memberikan instruksi tegas untuk segera melakukan perbaikan. Prioritas utama adalah memulihkan akses bagi masyarakat.
"Saya sudah perintahkan BPBD dan Dinas PU Donggala untuk segera membuat jembatan darurat di Dusun Kangando itu, sehingga masyarakat masih bisa beraktivitas seperti sedia kala," kata Bupati Vera Elena Laruni. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah.
Pembentukan jembatan darurat diharapkan dapat segera mengembalikan kelancaran aktivitas warga yang terhambat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi dan pemulihan pascabencana. Seluruh pihak terkait terus bekerja sama demi kepentingan masyarakat.
Sumber: AntaraNews