MTQ XXXI Sulteng: Bupati Sigi Sebut Bukti Nyata Program Berani Berkah
Bupati Sigi, Moh. Rizal Intjenae, menegaskan MTQ XXXI Sulteng adalah bukti nyata program Berani Berkah Pemprov Sulawesi Tengah, memperkuat nilai spiritual dan mendekatkan masyarakat pada Al-Quran.
Sigi menjadi saksi penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Minggu (14/6). Acara ini menandai berakhirnya kompetisi spiritual yang diikuti oleh qori dan qoriah terbaik dari berbagai kabupaten/kota di Bumi Tadulako. Bupati Sigi, Moh. Rizal Intjenae, hadir dalam acara penutupan tersebut, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Bupati Rizal Intjenae menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ kali ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sebuah manifestasi nyata dari program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Program tersebut dikenal dengan nama “Berani Berkah”, yang menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah. Kehadiran para peserta dan semangat yang ditunjukkan menjadi cerminan keberhasilan program ini dalam masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati Sigi menekankan bahwa MTQ XXXI Sulteng merupakan pengingat penting bagi seluruh masyarakat. Di tengah derasnya arus modernisasi yang kerap mengikis nilai-nilai luhur, kegiatan ini hadir untuk mendekatkan kembali masyarakat, khususnya generasi muda, pada nilai-nilai spiritual dan keagamaan. Hal ini sejalan dengan tujuan utama dari program Berani Berkah yang diusung oleh Pemprov Sulteng.
MTQ sebagai Manifestasi Program Berani Berkah
Bupati Sigi Moh. Rizal Intjenae secara tegas menyatakan bahwa MTQ XXXI tingkat Provinsi Sulawesi Tengah merupakan bukti nyata program Berani Berkah di daerah tersebut. Ia menyebutkan, “Jadi, MTQ kali ini merupakan manifestasi nyata program Berani Berkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang menjadi pilar pembangunan daerah,” saat menutup kegiatan MTQ Sulteng di Sigi pada Minggu. Program ini dirancang untuk memperkuat fondasi keagamaan di kalangan masyarakat.
Program Berani Berkah sendiri, menurut Rizal, merupakan gerakan penguatan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan di lingkungan Pemprov Sulteng. Inisiatif ini tidak hanya berhenti pada jargon, melainkan direalisasikan melalui berbagai kegiatan konkret. Salah satunya adalah gerakan shalat berjamaah yang rutin dilaksanakan dalam kegiatan Jumat Berkah dan Subuh Berkah, yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda Pemprov Sulteng.
Melalui program ini, Pemprov Sulteng berupaya menanamkan nilai-nilai religius dalam setiap aspek kehidupan masyarakat dan pemerintahan. MTQ, sebagai ajang kompetisi Al-Quran, menjadi wadah yang sangat strategis untuk menunjukkan hasil dari upaya tersebut. Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Al-Quran yang terpancar selama pelaksanaan MTQ adalah indikator keberhasilan program Berani Berkah dalam menggerakkan masyarakat.
Penguatan Nilai Spiritual di Era Modernisasi
Pelaksanaan MTQ bukan sekadar perlombaan, melainkan sebagai pengingat bahwa di tengah arus modernisasi saat ini, masyarakat harus semakin dekat dengan nilai-nilai spiritual. Bupati Rizal Intjenae menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan zaman dan penguatan iman. Ia mengungkapkan rasa syukurnya, “Alhamdulillah, masih ada generasi muda di Sulawesi Tengah ini yang memilih untuk duduk di hadapan Al Quran, membacanya dengan fasih dan merdu, serta menghafalnya dengan tekun,”. Pernyataan ini menunjukkan optimisme terhadap masa depan keagamaan di Sulteng.
Para qori dan qoriah yang berpartisipasi dalam MTQ XXXI ini berasal dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Mereka tidak hanya sekadar peserta lomba, namun juga dianggap sebagai pelita peradaban Islam di wilayah tersebut. Kehadiran mereka dengan kemampuan membaca dan menghafal Al-Quran yang mumpuni menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk lebih mendalami ajaran agama.
Bupati Rizal Intjenae juga menekankan bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab kolektif. “Tentunya kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga, mendukung dan menghargai para qori serta qoriah yang sudah menorehkan prestasi di ajang lomba MTQ,” kata dia. Dukungan ini penting untuk memastikan bahwa semangat mencintai Al-Quran terus tumbuh dan berkembang di Bumi Tadulako.
Kebanggaan Sulawesi Tengah dan Hasil Akhir
Pelaksanaan MTQ XXXI ini menjadi bukti nyata bahwa seluruh kafilah dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah telah menunjukkan suburnya semangat mencintai Al-Quran di Bumi Tadulako. Antusiasme dan dedikasi para peserta mencerminkan bahwa nilai-nilai keagamaan masih sangat dijunjung tinggi. Kompetisi ini bukan hanya tentang siapa yang terbaik, tetapi juga tentang bagaimana Al-Quran menjadi pemersatu dan pendorong kebaikan.
Bupati Sigi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua peserta. “Untuk seluruh kafilah dari 13 kabupaten kota yang sudah berjuang dengan sepenuh hati, kalian adalah kebanggaan Sulawesi Tengah,” ujarnya. Perjuangan dan upaya keras yang telah ditunjukkan oleh setiap kafilah patut dibanggakan, terlepas dari hasil akhir yang diperoleh.
Berdasarkan hasil akhir, Juara Umum MTQ XXXI tingkat Sulteng berhasil diraih oleh Kota Palu. Disusul oleh Kabupaten Morowali di posisi kedua, dan Kabupaten Sigi sebagai tuan rumah menempati posisi ketiga. Prestasi ini menjadi motivasi bagi daerah lain untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan qori dan qoriah di masa mendatang, demi melahirkan lebih banyak generasi yang mencintai Al-Quran.
Sumber: AntaraNews