BPS Malinau Pastikan Sensus Ekonomi 2026 Jangkau Pelosok Perbatasan, Libatkan Warga Lokal
BPS Malinau mulai 15 Juni 2026 melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 hingga ke wilayah perbatasan dan pedalaman, melibatkan petugas lokal demi data akurat pembangunan daerah.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), akan memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 secara menyeluruh. Kegiatan penting ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, menjangkau seluruh wilayah kabupaten hingga ke daerah perbatasan dan pedalaman.
Sensus Ekonomi 2026 bertujuan mengumpulkan data akurat mengenai aktivitas ekonomi di Malinau, termasuk hingga ke daerah yang sulit diakses. Data ini krusial sebagai fondasi penyusunan kebijakan pembangunan daerah ke depan yang tepat sasaran.
Untuk memastikan kelancaran dan akurasi pendataan, BPS Malinau mengerahkan 91 petugas sensus yang terdiri dari 72 pendata lapangan dan 19 pengawas. Mereka semua adalah warga lokal yang telah menjalani pelatihan intensif sejak 2 hingga 13 Juni 2026, dan akan bertugas di 109 desa serta 15 kecamatan di Kabupaten Malinau.
Petugas Lokal Kunci Sukses Pendataan di Malinau
Kepala BPS Kabupaten Malinau, Yanuar Dwi Cristyawan, menjelaskan bahwa seluruh petugas sensus yang ditugaskan di 109 desa dan 15 kecamatan merupakan warga setempat. Rekrutmen petugas dari warga lokal ini menjadi strategi utama untuk menghadapi kondisi geografis Malinau yang menantang.
Pemilihan petugas lokal didasari pertimbangan bahwa mereka lebih memahami kondisi wilayah serta lebih mudah berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan kepercayaan warga dalam memberikan data yang diperlukan.
Petugas-petugas ini telah dibekali dengan pelatihan komprehensif untuk memastikan mereka mampu melaksanakan tugas pendataan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Mereka akan dilengkapi dengan atribut khusus seperti rompi sensus ekonomi, tanda pengenal ber-barcode, dan surat tugas resmi saat bertugas di lapangan.
Mitigasi Tantangan Geografis dan Transportasi
Kabupaten Malinau memiliki kondisi geografis yang menantang dengan banyak wilayah pedalaman dan perbatasan yang sulit dijangkau. BPS Malinau telah menyiapkan strategi mitigasi untuk mengatasi kendala transportasi dan aksesibilitas ini.
Strategi pertama adalah menugaskan petugas dari daerah atau kecamatan bersangkutan, sehingga mereka sudah familiar dengan medan dan jalur transportasi lokal. Kedua, BPS mengalokasikan pembiayaan khusus untuk daerah sulit, termasuk untuk menyewa alat transportasi yang diperlukan.
Ketiga, pelaksanaan pendataan diawasi ketat oleh koordinator wilayah dari pegawai BPS Malinau di setiap kecamatan, memastikan petugas lapangan bekerja sesuai SOP. Terakhir, koordinasi erat dilakukan dengan pemimpin wilayah setempat, termasuk camat, kepala desa, serta tokoh masyarakat dan adat, untuk kelancaran operasional.
Partisipasi Masyarakat Dukung Kebijakan Pembangunan Akurat
Yanuar Dwi Cristyawan mengimbau masyarakat dan pemilik usaha di Malinau untuk menerima petugas Sensus Ekonomi 2026 dan memberikan jawaban yang benar serta jujur. Ia menegaskan bahwa data yang dikumpulkan bersifat rahasia dan dijamin oleh undang-undang, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
Data akurat dari sensus ini akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan Kabupaten Malinau ke depan, memastikan program-program yang dirumuskan tepat sasaran. Partisipasi aktif pelaku usaha merupakan wujud dukungan nyata terhadap regulasi ekonomi yang efektif dan pemerataan kesejahteraan.
Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, juga menekankan pentingnya data akurat untuk pengambilan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Sensus Ekonomi 2026 disebutnya sebagai instrumen krusial untuk menghasilkan potret utuh perekonomian daerah dan nasional.
Komitmen Pemerintah Daerah untuk Data Berkualitas
Bupati Wempi W. Mawa mengajak seluruh pelaku usaha, dari skala mikro hingga besar, serta seluruh masyarakat di Kabupaten Malinau untuk menyambut kedatangan petugas sensus. Ia memastikan petugas akan datang dengan surat tugas resmi.
Bupati meminta agar data yang diberikan kepada petugas sensus adalah data yang jujur, lengkap, dan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Komitmen ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap upaya BPS dalam menghasilkan data berkualitas.
Wempi W. Mawa menyerukan ajakan untuk bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung dari 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Keberhasilan sensus ini akan berkontribusi pada pertumbuhan usaha lokal dan pemerataan kesejahteraan di Bumi Intimung.
Sumber: AntaraNews